Wednesday, May 22, 2019

Kajian Nurul Iman / 14.07.18 / Ust. Nuzul Dzikri / Rambu Memasuki Taman Surga

Kajian Nurul Iman
Ust. Nuzul Dzikri
14.07.18
Rambu Memasuki Taman Surga
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)


Bulan Dzulqa'dah adalah bulan yg utama, tp terkesan dianaktirikan, tidak ada jamuan, tidak ada penyambutan. Padahal bulan ini adalah musim ibadan dan kuburan bagi dosa, karena menggabungkan bulan haji dan bulan haram. 

Semua amal ibadah di bulan ini dilipatgandakan, At Taubah 36, orang ug beribadah di 4 bulan haram ada keutamaan tersendiri: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, 3 bulan ibadah yg cukup panjang dan bulan Rajab.

Pahala tambahannya adalah pahala di waktu haraj, waktu dimana mayoritas manusia lalai dan lupa. Pahalanya seperti berhijrah pada Rasulullah. So, singsingkan lengan baju dan kembali berfastabiqul khairat.... Minta pd Allah untuk memudahkan beribadah: Allahumma ala dzikrika wa syukrika wa khusni ibadatik

Bonus lainnya bila kita amalkan suatu ibadah, lalu ditiru/diinspirasi oleh saudara, maka pahalanya adalah: barangsiapa memberi petujuk baik dengan lisan atau sikapnya mendapat pahala orang yg terinspirasi dengan amalan tsb tanpa mengurangi pahala kita saat melakukan amalan tsb.

Lalu di bulan ini, berhati2lah dengan dosa. Jangan dzolimi diri kalian dlm 4 bulan ini dengan berbuat dosa, karena dosa di 4 bulan haram akan dilipatgandakan oleh Allah. 

"Adab-adab di Majelis Ilmu"

Ilmu dulu sebelum bicara dan beramal. Setiap orang yg aktif dlm majelis taklim harus tahu adab2 di majelis taklim, kalo ga tau sayang banget ilmunya bisa jadi kurang berkah....
Hanya dengan adab, anda akan paham hakikat dr ilmu. Ilmu itu indah, tidak ada seorangpun yg bisa mendapatkan hakikat dr ilmu kecuali mendapatkannya dengan cara yg sangat indah. 

1. Niat yg ikhlas

Imam ibnul Mubarak, awwal ilminniyyah. Langkah pertama mendapatkan ilmu adalah niat. Itu harga mati. Harus dengan niat, kalo tanpa niat nggak akan berhasil. Mungkin kita hafal, ngerti kontennya, tp kita mungkin ga akan dapat hakikat ilmu...
Rasulullah telah memberi kecaman bagi orang yg tidak ikhlas niatnya. Barangsiapa yg mempelajari ilmu agama yg harusnya ditujukan mencari wajah Allah, tp orang ini mencari ilmu untuk mencari sebagian kecil dr dunia, maka dia tidak akan mencium aroma surga pada hari akhirat nanti...

Seperti apa sih profil penuntut ilmu yg ikhlas? Kuy lah bercermin....
- Barangsiapa yg mengklaim suatu amalan dilakukan dengan ikhlas, maka amalan itu perlu direvisi keikhlasannya dalam.beramal tsb. Orang yg benar2 ikhlas tidak mudah mengklaim bahwa dirinya ikhlas.

Imam Ibrahim bin Adham berkata, barangsiapa yg menuntut ilmunya ikhlas, niscaya: 

- Dia akan memberikan manfaat kepada hamba2 Allah dengan ilmunya tsb. Buat keluarga, teman terdekat, teman2 kantor, gimana caranya dia bantu orang, gimana dia bermanfaat bagi orang lain. Diantara manusia yg dicintai oleh Allah adalah manusia yg bermanfaat bagi manusia lain.

- Dan dia bermanfaat bagi dirinya sendiri. Ibda binafsih, mulai dari diri sendiri. Meski aktif di luar, diri sendiri nggak dilupain, keluarga nggak dilupain. Al Maidah 5, wahai orang2 beriman, urus diri kalian sendiri, baru setelah itu orang lain. Terdekat, dekat, sedang, jauh.

- Tidak terkenal, lebih suka bermain di balik layar, lebih suka nggak terkenal, nggak punya ambisi populer. Yang penting gimana agar dia beramal. Kalopun dia tampil, maka dia tampil untuk menutup fardhu kifayah. Apabila anda bisa menyembunyikan amal shalih maka sembunyikan amal shalih tersebut. Yg terpenting bukan siapa yg memegang bendera, tp bagaimana bendera tsb berkibar. Khalid bin Walid, pembawa panji Rasulullah, dan panglima di masa Abu bakar. Tp pas Umar diganti panglimanya, Khalid biasa aja... Nggak ada ambisi, nggak showoff.

Orang yg ikhlas itu kalo diposisikan sebagai penjaga perbatasan, maka dia akan senang jadi penjaga perbatasan. Misal CEO, tp di dunia dakwah suruh jd jaga sandal, maka dia seneng2 aja. Kalo dia disuruh jadi seksi logistik, pun tetep senang. Karena tujuannya mencari ridha Allah. Yg penting amal saya diterima Allah. Semakin ngaji semakin suka nggak dianggap daripada didewa2kan... 
Para ulama2 kita tidak ada niat mencatatkan diri dalam buku2 sejarah, tp anugerah dr Allah lah yg mencatatkan nama mereka. Bukan berarti nggak boleh populer, tp jangan punya ambisi buat jadi populer... Karena niatnya mencari wajah Allah.

- Semakin banyak belajar makin banyak datang kajian, makin merasa diri hina, kecil, bodoh, rendah, lalu tunduk pada Allah. Itu yg akan mengantarkan dia menjadi hamba Allah yg taat, patuh, sami'na wa atha' na. Karena akar dari maksiat adalah ketika mereka merasa kaya, berdiri di kaki mereka sendiri, bisa...
Karakter orang yg merasa bodoh akan ngikit dengan Yang Punya Ilmu, nurut dengan Dzat Yang Maha Berilmu, maka ia akan terjun ke dunia ilmu... Orang yg hanya lihat dan nonton golf aja, akan merasa pandai. Ketika ia terjun langsung pegang stik golf, maka dia baru merasa bodoh...

- Semakin belajar semakin semangat beribadah. Ilmu dipelajari agar kita bisa bertaqwa. 

- Semakin belajar semakin takut pada Allah. Sesungguhnya takut pada Allah adalah orang yg berilmu. Fathir 28. Semakin takut merespons, semakin takut dihisab pada hari kiamat, semakin cinta pada Allah dan cintanya membuat semakin rindu pada Allah. Semakin seorang rindu pd Allah, orientasinya semakin ke akhirat.

- Semakin tawadhu di hadapan manusia. Para Salaf mengatakan hakikat dari zuhud dan tawadhu adalah ketika kita keluar dr rumah kita dan kita melihat seorang muslim, ama kita berpikir bahwa dia lebih baik daripada kita. Tidak meremehkan orang, tidak merendahkan orang, dan menerima kebenaran dr yg disampaikan.

- Dia nggak peduli tentang hiruk pikuk dunia. Dia tetap berusaha, berikhtiar, tp dia nggak tertarik dengan dunia, dunia nggak merasuki dirinya. Dia nggak khawatir ttg dunia. Yg dicari cuma akhirat, cuma ridha Allah. Barangsiapa yg akhirat menjadi cita-citanya, maka Allah akan membuat urusan2nya selesai, Allah akan mendatangkan dunia kepadanya. Orang2 sukses jangan sampe mengejar harta, karena prinsipnya adalah harta yg mengejar mereka. Orang2 sukses mengejar impian, mengejar masterpiece, mahakarya. Kalo punya mahakarya maka dia akan dikejar2 sm harta. Masterpiece orang berilmu adalah menjadikan dunia menjadi tangga menuju akhirat. Masterpiece nya adalah akhirat... Pemain bola jago bukan yg nawarin priposal.ke klub bola, tp dia ditawarin ama klub2 bola buat jd pemain. 

2. Memuliakan ilmu dan majelis ilmu

Tujuan kita datang ke kajian adalah ilmu bukan hanya sebagai konten ilmunya, tp niatkan kita untuk memuliakan ilmu dan majelis ilmu. Barangsiapa yg memuliakan syiar2 Allah adalah bukti ketaqwaan dalam hati.... Al Hajj 32, Al Fath 9. Kalian agungkan dia, kalian muliakan dia.

Imam Malik bin Anas saat belajar dan mengajar: apabila ingin keluar dr rumahnya untuk mengajar menyampaikan hadits, beliau berwudhu dulu, lalu beliau pakai pakaian terbaik beliau, dan beliau pakai peci, lalu Imam Malik menyisir janggutnya. Sebagian para ulama pake parfum. 
Lalu ada yg tanya kok ribet banget mau ngajar aja kudu gitu. Lalu beliau menjawab tidaklah kulakukan itu semua dalam rangka memuliakan hadits Rasulullah.
Barangsiapa yg tidak memuliakan ilmu maka dia tidak akan dimuliakan oleh Allah. Allah lebih berhak mendapatkan penampilan prima kita. Jangan sampe majelis ilmu kalah ama Balai Sudirman, Balai Kartini, atau ballroom hotel2 bintang 5....

Said bin .... Ketika sedang sakit lalu menyampaikan hadits Nabi Muhammad bilang "tolong dudukan saya" karena beliau merasa tidak pantas menyampaikan hadits Rasul dalam keadaan berbaring.

Ketika malaikat Jibril datang ke majelis Rasulullah, Rasul bersabda malaikat jibril mengajarkan beberapa hal, salah satunya ttg adab, bajunya putih bersih, rambutnya hitam mengkilap, tidak ada kesan sedikitpun beliau datang dari safar (keren rapi necis bersih). Cara duduknya beliau menyentuhkan lututmya dengan lutut nabi, pd riwayat lain disampaikan seperti duduk iftirasy. Yg sopan lah ya intinya duduknya...

Kode etik di majelis ilmu semuanya udah ada. Betapa lengkapnya agama Islam... Semata2 untuk memuliakan ilmu. 

3. Diam dan mendengarkan dengan saksama.

Al Imam bin Muzahid berkata, pintu pertama dalam dunia ilmu adalah diam, yg kedua adalah mendengarkan dengan saksama dan serius.
Imam Muhammad bin .... : awal dr ilmu adalah diam dan berikutnya mendengar. Setelah keikhlasan tentu saja. Karena yg disampaikan adalah ayat2 Allah dan hadits Nabi. Al A'raf 24 hukum asal perintah adalah kewajiban, apabila diperdengarkan ayat2 Allah ....
Al Hujurat 2, janganlah kalian mengangkat suara kalian di atas suara Nabi. Aku memandang mengangkat suara (bicara) di hadapan hadist beliau (di majelis ilmu) maka hukumnya seperti bicara ketika di hadapan beliau saat beliau masih hidup (kayak ngomong pas Rasul lg menyampaikan sabdanya gitu). So, apabila dibacakan hadits Nabi maka wajib diam, seperti halnya dibacakan ayat Qur'an. Jadi kalo ngobrol pas kajian ternyata hukumnya dosa... Gimana mau memperjuangkan Islam kalo pas kajian aja ngobrol, suruh diem doang aja susah... 

Para ulama terdahulu bahkan ketika ada yg berisik di majelisnya, maka mereka nggak jadi menyampaikan hadits Nabi... Bahkan di majelis2 ilmu nggak ada yg berani nyerut pensil, minjem alat tulis, senyum2 sendiri nggak fokus. Kalo ada suara berisik sedikitpun maka ulamanya nggak jadi isi kajian dan pulang.
Ulama2 tsb bukan baper, bukan tersiggung nggak didengerin, tp mereka marah karena murid mereka nggak memuliakan ilmu, nggak memuliakan hadits yg disampaikan.

Amal ibadah hancur karena tidak memuliakan, malah merendahkan ilmu. Ganggu orang yg lagi main badminton aja gak boleh, apalagi ganggu orang yg lagi belajar, keganggu karena diajak ngobrol, keganggu karena ga bisa kondisikan anak berisik...




Kajian Nurul Iman / 07.07.18 / Ust. Nuzul Dzikri / Untuk Apa Engkau Belajar?

Kajian Nurul Iman
07.07.18
Ust. Nuzul Dzikri
Untuk Apa Engkau Belajar?
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)

Al Anfal 2, orang2 yg beriman bila dibacakan firman Allah maka bertambah keimanannya.
Kajian minggu ini dan minggu depan:
- Tujuannya apa sih kita menuntut ilmu agama?
- Adab2 menuntut ilmu agama agar ilmu kita berkah, bermanfaat dan mengantarkan ke surga.

Bukan hanya ilmu yg harus kita cari, tp keberkahan ilmu yg harus kita raih. Karena ga semua ilmu itu berkah dan memberikan manfaat.

Untuk apa kita belajar? Apa sih tujuannya? 

Belajar dari Al Imam Syufyan Atstsauri. Kata seorang syaikh, Sufyan Atstsauri pada zamannya ibarat Abu Bakar dan Umar di zamannya.

Di kitab Hilyatul Aulia, sesungguhnya ilmu itu dipelajari, dituntut, dibahas, semata2 untuk bertaqwa pada Allah. Para salaf dulu belajar ilmu untuk diri mereka agar lebih bertaqwa, bukan buat ditembakkan ke lainnya, bukan untuk jamaah yang banyak, bukan untuk status... Oleh karena itu ilmu agama dimuliakan dari ilmu yg lain. Kalo hanya sekedar pinter, jago, hebat, maka sama aja dgn ilmu lain. Goal utama dan core valuenya adalah bertaqwa pada Allah. Kebeningan hati pada Allah, menerima firman Allah. 

Sebelum keluar rumah kudu ditentukan tujuannya. Karena tujuan menentukan rute, moda transportasi, dll.

Tujuan belajar kalo hanya pintar rugi... Tujuan dr ilmu adalah agar bisa melakukan tugas kita untuk bertauhid kpd Allah, bukan hanya jd pintar, tp untuk jadi shalih. Harus ada perubahan perilaku...

Pada sebuah kajian, seorang ustadz bertanya "kalian mau jadi pintar apa mau jadi shalih?" Kalo pengen jadi pintar ayo kita kajian ngelanjutin yg kemarin, tp kalo pengen jadi shalih, kajian yg kemarin diamalin dulu....

Tujuan ilmu adalah agar bertaqwa. Makna taqwa diantaranya menurut Hasan  Al Bashri adalah menjalankanan menjauhi larangan. 
Meninggalkan maksiat atas ilmu Allah karena takut pada Allah, menjalankan perintah atas ilmu Allah karena mengharap pahala dr Allah.
Kapan seseorang rela diperintah2 dan dilarang2? Pada saat dia merasa kecil, merasa bodoh, merasa kerdil, merasa rendah. Pada saat itulah dia mau diperintah dan mau dilarang.... Tujuan dr ilmu adalah siap diperintah dan dilarang2 sama Allah, maka suasana majelis ilmu adalah diisi oleh orang2 yang merasa bodoh, kerdil, dan rendah...

Imam Nawawi dlm kitabnya menulis, kat Imam Syafii: tak ada seorangpun yg mempelajari ilmu agama dengan mengandalkan kekuasaan dan jiwa yg angkuh lalu dia berhasil. Sebaliknya barangsiapa mempelajari ilmu agama dengan kerendahan hati dan fokus belajar lalu dia berkhidmat melayani ahli ilmu, itulah yg sukses.

Aku mendapatkan hadits2 dr Sufyan bin Unainah kecuali 6 hadits mengenai karakter penuntut ilmu.
Sesungguhnya kedudukan orang yg menuntut ilmu agama lalu mendapatkan ilmu yg bermanfaat seperti hamba sahaya yg meminta segala hal yg membuat ridha Rabb-nya, berusaha mencari cintanya, mencari kedudukan yg mulia, berusaha meninggalkan yg tidak disukai Rabb-nya. Nggak bawa harga diri, nggak bawa gengsi. Menjaga izzah keislamannya iya, menjaga marwah iman iya, tp pribadi nggak.

Dunia ilmu adalah dunia yg menjatuhkan ego kita, menjatuhkan gengsi kita. Seorang ulama besar Ibnu Abdil Hadi pernah berdebat dengan seorang biasa lalu diludahi di muka. Beliau usap ludahannya lalu beliau katakan: ludah ini suci dengan ijma seluruh para ulama, apakah antum ada dalil lain? Dunia ilmu bukan dunia retorika, show off. Maksudnya tetep tenang... Genrenya ketundukan, kerendahan, orang2 sombong nggak ada tempat di dunia ilmu seharusnya....

Ketika kita ingin menekuni sebuah bidang/subjek, kita harus tau karakter subjek tsb, dan apa atmosfir pd subjek tsb. Misal snorkeling, kita harus basah agar bisa merasakan sensasinya. Kalo ke masjid harus kering, wangi. Semua harus tau karakternya. Karakter ilmu kayak apa? Kerendahan dan ketundukan. Ilmu itu mulia dan tidak ada kerendahan dan kehinaan di dalamnya. Dan ilmu tidak akan bisa didapatkan kecuali dgn kerendahan hati para penuntutnya dan tidak ada ketinggian hati sama sekali pada para penuntutnya. Mungkin antum hafal hadits, hafal ayat, tp manfaat dan berkahnya antum tidak dapat.

Maka doanya: Allahumma inni as'aluka ilman naafi'an. Ilmu yg bermanfaat.
"Aku ketika belajar aku rendahkan diriku serendah-rendahnya", itu yg dikatakan Abdullah bin Abbas, sebaik2 pentafsir Al Qur'an, "Lalu setelah itu aku dimuliakan oleh Allah SWT".

Ghafir 60: orang2 yg merasa sombong akan dimasukkan ke neraka dlm keadaan hina dina. Kalo mau cari kemuliaan carilah dengan cara yg elegan, dengan tawadu dengan ilmu. Ilmu yg paling mulia adalah ilmu yg kita jatuhkan diri kita sejatuh2nya di hadapan Allah. Hanya dengan rasa bersalah lah kita nggak akan berontak.

Umar khawatir ketika di akhirat nanti Allah memutuskan semua orang masuk surga kecuali 1 orang, Umar khawatir orang tsb adalah dirinya, saking Umar merasa zero, banyak dosa, bodoh...

Ada ulama Ibnul Hadi yg pernah dighibahi, dibuka aibnya, dia malah bersyukur pd Allah yg menutup aib2 karena yg dibuka hanya segitu aja... This. Pendidikan yg dibangun oleh ilmu. Ilmu yg kita miliki harus membuat kita merasa kerdil, merasa zero.

Al Araf 23, rabbana dzalamna anfusana, wailam taghfirlana, watarhamna lanakunanna minal khashirin...

Tujuan ilmu adalah untuk bertaqwa pd Allah, untuk diperintah dan untuk dilarang. Imam Hasan al Basri berkata, orang2 bodoh ambisi dan tujuannya hanya kuantitas, meriwayatkan hadits, tp para ulama ambisi dan tujuannya ketika belajar untuk mengamalkan dan mendakwahkan, menjaga eksistensi dari ilmu. Kapan seseorang benar2 sadar ketika dia nggak pinter adalah ketika belajar, menghafal, mencatat. 

Ilmu itu 3 fase: 
1. Dia merasa sudah menguasai semuanya, karena hanya menguasai 1 buku, atau hanya dari 1 ustadz
2. Baru merasa dia bodoh ketika belajar lebih banyak, banyak banget yg dia belum ketahui dari buku lain dan ulama lain "banyakan ooo nya"


3. Ternyata sy nggak ngerti apa2, nggak mungkin lah sy ngerti semuanya....

Kajian Nurul Iman / Ust. Nuzul Dzikri / 02.06.18 / Berkhalwat dengan Allah

Kajian Nurul Iman
Ust. Nuzul Dzikri
02.06.18
Berkhalwat dengan Allah


Hari ke-17 Ramadhan. Ayyaman ma'dudats... Ramadhan itu hanya beberapa hari saja. Ramadhan itu singkat, bagi kita, bagi semua orang bahkan yg tidak menikmati. 

Iconnya Ramadhan: membaca Qur'an dan memberi makan pd orang yg buka puasa. Tujuan puasa kita apa? Jadi orang yg bertaqwa. Ciri orang yg bertaqwa adalah suka memberi ketika sedang lapang meskipun sedang sempit, Ali Imron 134. 

Setelah ini kita akan memasuki akhir Ramadhan, layaknya event besar, makin mendekati akhir makin meriah dan menegangkan. Dan puncaknya selalu di akhir. Primadonanya Ramadhan Allah taruh di akhir: malam yg lebih baik dr seribu bulan, malam Lailatul Qadar. Untuk bercerita ttg satu malam ini, Allah turunkan satu surah full. Prestis banget kan...

Wama adraka ma laylatul qadr. Tahukah kamu ttg malam Lailatul Qadar? Allah bikin kita kepo dulu apa itu malam Lailatul Qadar. Bayangin ibadah full dr detik pertama sampe detik terakhir selama 83 tahun lebih. Kita hidup udah berapa tahun? Berapa tahun sih yg kita pake buat ibadah?? Palingan hanya 10 tahunan... Itu juga kalo dihitung2 yg khusyu cuma berapa tahun, bisa dihitung jari. Allah kasih penawaran menarik di malam lailatul qadar.

Di malam keberapa? Ini misteri paling besar di dunia fiqh sampai saat ini. Kalo menurut jumhur ulama, di malam2 terakhir, ditekankan di malam2 ganjil. Carilah Lailatul Qadar di malam2 terakhir, di malam2 ganjil. Bisa jadi di malam genap juga, tp ditekankan di malam ganjil. Di haditsnya bukan pengkhususan tp penekanan. So, jadilah safety player, pemain aman, bersungguh-sungguhlah di 10 malam terakhir Ramadhan. Rasulullah bersungguh-sungguh di 10 malam terakhir yg tidak pernah terlihat di malam2 lainnya. Nabi aja yg udah dijamin masuk surga paling tinggi aja masih cari malam Lailatul Qadar, apalagi kita yg masih tentatif masuk surga, masa iya mau ngelewatin Lailatul Qadar, masa mau ga makasimal, ga total, ga usaha banget....

Salah satu usahanya adalah dengan i'tikaf. Tp sebagian orang yg beri'tikaf tidak mengerti bagaimana inti dr i'tikaf: menetapnya hati hanya untuk Allah, mengumpulkan hati hanya bagi Allah, berkhalwat hanya dgn Allah, memutuskan segala urusan dengan makhluk lainnya. Intinya kita punya private monent dengan Allah. Kalo ga bisa ke masjid, kita berkhalwat dengan Allah di pojok rumah kita, di salah satu ruangan: Buatlah waktu hanya berdua aja dengan Allah, ga ada yg ganggu, tinggalkan manusia, tinggalkan gadget, tinggalkan semua...

Apa keuntungan berkhalwat dengan Allah?

1. Pembuktian rasa cinta kepada Allah. Orang2 yg berkhalwat dengan Allah berhasil membuktikan rasa cintanya pd Allah. Cinta itu berdua2an dengan pihak yg kita cintai. Seorang pencinta pasti akan mencari cara bagaimana cara berdua saja dengan yg ia cintai. Kadang setelah hijrah kita jarang berduaan dengan Allah. Orang yg jatuh cinta pada Allah bosen dan sebel sama yg ganggu dzikir dia kepada Allah.

2. Berkhalwat kepada Allah akan memberikan kenikmatan yg luar biasa.
Mukmin itu berinteraksi dengan lingkungan agar menambah ilmu, mukmin itu diam agar selamat di hari kiamat, dan dia berbicara untuk memahamkan kebaikan kepada orang lain, dan dia berkhalwat dgn Allah agar merasakan kenikmatan demi kenikmatan. Malik bin Dinar bercerita bahwa tidak ada kelezatan yg lebih lezat drpd berkhalwat dengan Allah. Ibrahim bin .... mengatakan bahwa puncak derajat tertinggi adalah ketika melepaskan semuanya, hanya berdua dgn Allah. Harus ada waktu berdua dengan Allah. Semampu kita. Pilihkah ibadah yg cocok dengan keadaan kita. Dengan berkhalwat dengan Allah kita akan bergantung pada pondasi keikhlasan. Jangan bikin vlog juga ye pas berkhalwat dengan Allah, bisa berantakan entar.... 

Pada saat itu kita curhat kepada Allah, cerita masalah kita, muhasabah. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan diringankan oleh Allah bagi orang-orang yang bermuhasabah ketika hidup di dunia. Apa aja kesalahan yg pernah kita lakukan.... Kita nggak akan mendapatkan hakikat iman sampai anda tidak mencela manusia karena aib mereka yang kita punya juga. amal maruf nahi munkar bagus, tp kudu mulai dr nahi munkar dr diri kita sendiri, mulainya dr muhasabah. Satu aib yg dihisab dan diperbaiki akan bertemu dengan aib-aib selanjutnya yg menunggu untuk diperbaiki, kemudian kita akan sibuk dengan memperbaiki aib2 kita sendiri. Terlalu banyak inget manusia itu bencana. Perbanyak dzikir pd Allah, dan dzikir terbaik adalah ketika kita berkhalwat dengan Allah. Dzikir dan doa itu penting banget. Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa wafuanni.



Kajian Nurul Iman / Ust. Nuzul Dzikri / 19.05.18 / Fiqh Prioritas dalam Beramal di Bulan Ramadhan

Kajian Nurul Iman
Ust. Nuzul Dzikri
19.05.18
Fiqh Prioritas dalam Beramal di Bulan Ramadhan

1. Start kita harus bagus
Banyak yg terkecoh dan lalai di awal Ramadhan, masih santai2. Berlomba-lomba lah dalamberbuat kebajikan. Start bukan penentu finish kita di podium, tp start menentukan jalannya perlombaan. Kalo pengen lailatul qadar, dari awal Ramadhan kudu semangat.

Imam Hasan Al Bashri menjelaskan konsep orang yg bermaksiat dan berbuat kebajikan: Salah satu ganjaran kebaikan Allah akan berikan amalan di waktu berikutnya. Salah satu hukuman dosa adalah lahir dosa berikutnya. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan ke kebaikan yg berikutnya, yg akan mengantarkan ke surga. Sebaliknya kedustaan akan mengantar ke kefasikan yg berikutnya, yg akan menyeret pelakunya ke siksa api neraka. Kalo udah terlanjur maksiat harus digunting dengan taubat dan istighfar.

2. Waktu kita di Ramadhan ini tidak banyak
Al Baqarah 184. Ayyaman ma'dudats. Hanya beberapa hari. Allah ingin memberikan pesan bagi kita bahwa Ramadhan sangat singkat. Maka maksimalkanlah... Tanda hari kiamat salah satunya adalah waktu sangat cepat. Semuanya bisa dipending, tp Ramadhan terus berlari.

3. Setelah kita sadar bahwa Ramadhan sangat singkat, maka ada hal yg harus kita lakukan selain beramal. Kita harus cerdas dalam beramal. Salah satu sikap cerdas dalam beramal adalah mengerti fikih prioritas. Rasulullah bersabda dalam hadits Imam Ahmad. Maksimallah ketika beramal, kalo ga bisa maka dekatilah kesempurnaan itu, dan tetap beramallah, pilih apa yg diprioritaskan.

Apa yg harus kita prioritaskan?

1. Prioritaskan amalan2 wajib
Dan tidak ada amalan yang dilakukan dalam rangka taqarrub pd Allah selain amalan2 yg diwajibkan pada hamba-Ku.

2. Prioritaskan amalan2 hati sebelum amalan2 dzohir. Ini merupakan blankspot bagi orang2. Allah berfirman di Al Baqarah 183. Taqwa. Taqwa itu di hati. Visi orang berpuasa adalah hatinya bertaqwa. Ijma para ulama: Amalan hati pahalanya lebih besar daripada amalan dzohir, tanpa bermaksud meremehkan amalan2 dzohir.

Tentang keikhlasan, puasa ini untuk Allah, Allah langsung yg memberi pahalanya. Puasa Ramadhan adalah momentum untuk menjaga keikhlasan, menjaga keimanan dr syirik.besar dan syirik kecil. Karakter puasa adalah amalan sirr, susah bedakan mana yg puasa mana yg nggak. Merahasiakan amal ibadah dr mata manusia. Apabila kalian bisa menyembunyikan amalan2 kalian maka sembunyikanlah.
Orang yg mencari pujian Allah itu, ketika dicela manusia dia nggak akan galau.

Al Habib Ibnu Hajar
Barangsiapa yang sibuk mengerjakan hal2 yang wajib sehingga dia tidak sempat mengerjakan hal2 yg sunnah maka dia dimaafkan dan bisa jadi diberikan pahala sunnah juga. Kalo sebaliknya berarti dia tertipu oleh iblis.

3. Tinggalkan yang haram.
Nafsu dan lalai. Nafsu susah dihilangkan. Tp lalai bisa diantisipasi. Cara agar tidak lalai adalah dengan ibadah. Kemampuan kita mengatakan tidak pd maksiat, kemampuan kita menceraikan nafsu dgn maksiat salah satu faktornya adalah ibadah di waktu malam.

4. Amalan2 spesialis Ramadhan
a. Perbanyak dzikir
Siapakah orang berpuasa yg paling besar pahalanya? Orang terbaik di puasa Ramadhan kali ini adalah yang paling banyak berdzikir di antaranya. Dan dzikir membuka harapan.
b. Baca Al Qur'an
Ramadhan itu iconnya adalah Al Qur'an. Al Baqarah 185. Semalam baca paling ga 100 ayat agar seperti shalat qiyamullail semalam suntuk
c. Shalat Tarawih
Latih diri kita untuk shalat tarawih yang lebih panjang.
d. Infaq dan Sedekah
Nabi itu orang yg paling dermawan. Puncak kedermawanan Rasul adalah ketika Ramadhan.



Kajian Nurul Iman / Ust. Nuzul Dzikri / 12.05.18 / Menanti Dibukanya Pintu-pintu Surga

Kajian Nurul Iman
Ust. Nuzul Dzikri
12.05.18
Menanti Dibukanya Pintu-pintu Surga

Jika Ramadhan datang dan masuk ke tengah2 kehidupan kalian, maka pintu2 surga akan dibuka, dan pintu2 neraka ajam ditutup rapat, dan syaithan2 akan dibelenggu. Apalagi yg diharapkan oleh orang beriman ketika pintu surga dibuka, apalagi yg membuat orang beriman lega kecuali pintu neraka ditutup rapat? Tapi, betapa banyak orang yg berpuasa tp ganjaran puasanya hanyalah lapar dan haus. Rasulullah menggunakan kata 'rubba' yg menunjukkan kuantitas yg banyak sekali.

Seringnya bertemu dapat mematikan rasa dan sensitivitas, mengurangi ekspresi. Yang ngeri apabila itu terjadi dalam ibadah... :( Blankspot kita di situ. Ngga ada rasa lagi. Sering terlihat jamaah umrah, pertama kali menginjakkan kaki di Makkah di Masjidil Haram, lihat Ka'bah, nangis pasti.... Sampe beberapa jamaah ngga mau pulang ke hotel, mau menikmati Ka'bah. Beda ama penjual di toko deket Masjidil Haram. Waktu shalat tutup, tp dia shalat di dalam rumah... Gawat kalo terjadi pada kita di Ramadhan kali ini...

Hadirkan perasaan bahwa Ramadhan kali ini adalah kesempatan terakhir kita. Kemungkinannya 50:50.

Pelaksana puasa Ramadhan dibagi beberapa kelas:

Kelas 1. Shaumul umum, puasanya orang2 awam. Ini puasa yg paling rendah. Puasanya sebatas menahan perut dan kemaluan aja. Dan puasa yg seperti ini ada kemungkinan tidak diterima oleh Allah. Barangsiapa yg tidak meninggalkan perbuatan dan perkataan dusta sebagaimana ia meninggalkan makan dan minumnya ketika Ramadhan, maka Allah tidak butuh puasanya.

Kelas 2. Shaumul khusus, puasa orang2 khusus, orang2 spesial. Mereka adalah orang2 yg menjaga pandangan, tangan, kaki, pendengaran, dan menjaga seluruh anggota badan dr dosa. Hati2 bohong, lisan, ghibah pas Ramadhan.
Tangan di atas lebih baik. Kalo bisa cari orang yg puasanya bagus subhanallah, kasih buka puasa. Biar pahalanya juga kita dapat. 

Kelas 3. Puasanya khususul khusus. Puasa yg benar2 membuat dia mentauhidkan Allah. Mereka berhasil menata hari dr sumah, riya, meminta pd makhluk, beribadah pd makhluk. Bukan hanya sebatas sehari berapa juz, sunnah buka pake kurma, tarawih, dll. Tp dia sudah berpikir ini hari ke aekian, hati sy udah semakin ikhlas belum kepada Allah, udah bener tawakkal blm, udah nikmatin ga ini puasa, 

Iman dan ikhtisab, syarat puasa Ramadhan diterima dan dosa2 lalu diampuni oleh Allah. Hatinya nyerah ama Allah, ngarep pahala, ngarep surga, hatinya seneng minta ampun ketika puasa excited banget.



Inti puasa tidak pada mengerem makanan dan minuman. Tp mengatakan tidak pada hal2 yg sia2, tidak bermanfaat, yg asusila, yg haram.

It's been a long time

Hello, it's me...


Its' been a very very long time since I wrote my last post. 6 yearssss.... OMG..!

Now I'm at the very beginning in my 30. I'm married to my high school old friend (haha, jodoh emang rahasia Tuhan). Aaand maybe from now on I'm gonna post catetan kajian aja biar nggak numpuk di memori hp dan semoga bisa lebih bermanfaat.


Wednesday, February 27, 2013

Shalat & Qur'an



Kemarin pas bulikku pulang kerja, belum ganti baju belum ngapa-ngapain langsung semangat cerita tentang betapa bagusnya pengajian kantornya siang tadi... Sebenernya bukan pengajian sih, lebih tepatnya pernyataan syahadat oleh ibu-ibu tetangga gedung kantornya. Ibu itu dateng ke pengajian gedung dan bilang ke ustadznya kalo dia pengen syahadat hari ini juga. Sebelum syahadat dia ditanya sama si ustadz, "Kenapa ibu pengen bersyahadat?"

Ibu itu menjawab dengan panjang lebar...

"Saya seorang wanita karir yang sukses. Cakupan wilayah kerja yang saya tangani dari cuma Indonesia, lalu saya jadi pimpinan cabang Asia Tenggara, kemudian Asia, dan sebentar lagi mungkin saya dipindah ke Eropa. Saya cukup sering keluar negeri, seminggu atau dua minggu sekali saya pasti ke luar negeri, entah yang deket kayak Singapur atau yang jauh seperti Austria. Saya menguasai lima bahasa asing: Inggris, Jerman, Jepang, Cina, dan *satu lagi bulikku lupa hehe*"

"Dari situ saya mengamati cara beribadah orang-orang dari berbagai kepercayaan. Saya sangat salut dengan orang-orang yang sholat! Dimana-mana gerakannya sama semua." 

"Saya liat orang sholat di Indonesia, diawali dengan bertakbir mengangkat tangan, lanjut gerakan ruku' membungkuk 90 derajat, berdiri lagi, lalu bersujud dan sebagainya sampe salam menoleh ke kanan dan ke kiri. Gerakan shalat orang-orang di Jepang juga kayak gitu, di Dubai juga kayak gitu, di Cina seperti itu juga, bahkan di Italia yang orangnya kreatif juga tetep kayak gitu. Sebelum mereka sholat juga diawali suara-suara pengajak sholat yang disebut adzan.Waktu-waktunya pun sama semua! Sebelum fajar menyingsing, siang hari, sore hari, saat matahari terbenam, dan malam hari"


http://diahbabel76.files.wordpress.com/2010/12/anak-salat.jpg


"Saya juga terpesona sama Al Qur'an, arti terjemahannya sama semua! Al Qur'an diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Terjemahannya itu diterjemahkan ke Bahasa Jerman juga sama, diterjemahkan ke Bahasa Jepang juga seperti itu. Nggak dikurangi dan nggak ditambah-tambahi. Dan juga nggak ada versi lama, versi baru, ata versi-versi yang lain."


http://tokosyaamilquran.com/wp-content/uploads/2011/02/syaamil-quran-cordova.jpg


"That's why saya memutuskan memperlajari Islam, dan semakin saya mempelajarinya, semakin saya yakin bahwa ini adalah jalan yang benar."

Lalu proses syahadat ibu itu pun dimulai.... Alhamdulillah...