Sunday, May 26, 2019

Kajian Nurul Iman / 25.05.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Mencari Lailatul Qadar

Kajian Nurul Iman
25.05.19
Ust. Nuzul Dzikri
Mencari Lailatul Qadar



Hari ke-20 Ramadhan. Malam-malam terbaik itu akan datang. Ayyaman ma'dudat, Al Baqarah 184 : Allah cepatkan bulan Ramadhan. Dan di hadapan kita ada malam-malam terbaik, finalnya Ramadhan, prime time-nya Ramadhan.

Semua event besar semakin menjelang hari terakhir semakin seru dan menegangkan. Semakin puncak.

Bicara tentang hari terakhir Ramadhan, tidak bisa dilepaskan dari Malam Lailatul Qadar

QS Ad Dukhan ayat 3
Sesungguhnya kami turunkan Al Qur'an di malam yg penuh berkah.

QS Al Qadr
Dan kami turunkan Al Qur'an di malam Lailatul Qadar. Berkahnya luar biasa. Malam terbaik di dunia.

Malam Lailatul Qadar itu lebih baik, lebih mulia, lebih berkah daripada 1000 bulan. Dan Nabi SAW menyatakan carilah malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Di malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadhan. Rasulullah mengerahkan kemampuan ibadah beliau di 10 hari terakhir ini.

Aisyah meriwayatkan, Nabi SAW di 10 malam terakhir Ramadhan bersungguh-sungguh beribadah dgn kesungguhan yg tidak pernah terlihat di waktu-waktu yg lain.

Imam An Nawawi : disunnahkan menambah kuantitas dan kualitas ibadah2 kita di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, dan salah satu tujuannya adalah pencarian malam Lailatul Qadar.

Lalu yg Allah kasih ke kita 1 malam yg lebih baik dr 1000 bulan.

Rasulullah memutuskan hubungan beliau dengan dunia sementara di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Dalam hadits Ibnu Majah, di bulan Ramadhan ada 1 malam yg kebih baik dr 1000 bulan. Barangsiapa yg gagal mendapatkan Lailatul Qadar, maka dia akan gagal di dunia dan akhirat, dan tidak ada yg gagal kecuali para pecundang.

Allah baik banget sama kita. Malam Lailatul Qadar diturunkan di bulan Ramadhan. Bulan dimana syaithan dibelenggu. Dlm riwayat, yg dibelenggu adalah syaithan kelas berat, adapun yg kelas kroco masih dilepaskan. Ketika kita gagal mendapatkan Lailatul Qadar, kita kalah dengan syaithan kelas teri. Jangan sampai jadi hamba dunia di 10 hari terakhir Ramadhan. Kalo ini gagal, gimana pasca Ramadhan?

Kalau harus terjatuh, jangan terjatuh di lap terakhir, karena begitu kita jatuh di lap terakhir, semua berakhir.

Madzhab sebagian ulama Syafi'iyah menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar bisa jatuh di malam genap, walaupun lebih berpeluang di malam ganjil. Hadits mengenai datangnya Lailatul Qadar di malam ganjil adalah penekanan, bukan pengkhususan. Karena yg satu umum, satunya bagian dr yg umum tsb.

Udah deh nggak usah kita pusingin kapannya, jadilah safety player di malam-malam terakhir ini, sapu bersih, insya Allah kita dapatkan Lailatul Qadar. Dan nggak usah ngeribetin pagi hari, karena ini semua misteri. Kata Imam Ibnu Hajar memang misteri agar kita semua jd safety player dengan menghidupkan malam-malam terkahir di bulan Ramadhan. Hanya 10 malam kok.


Muliakan 10 malam ini dan sikapi dengan spesial. Dan diantara caranya adalah :

Yg pertama : Menyikapi malam-malam ini dengan penampilan kita.

Para ulama terdahulu menyunnahkan untuk berpenampilan rapi di malam-malam ini, Anas bin Malik menyunnahkan untuk mandi di malam ini, pakai parfum, lalu pakai baju terbaik, pakai perhiasan.

Tsabit Al Bannani begitu masuk 10 malam terakhir beliau pakai baju terbagus mereka, pakai parfum.

Ibnu Umar : Allah lebih berhak mendapatkan penampilan prima anda daripada manusia.
Kita kebiasaan tampil cantik dan tampan di depan manusia.

Ibnu Abbas kalau ngisi kajian bajunya jutaan rupiah. Mereka pakai untuk ibadah, bukan untuk makhluk. Harus tampil keren ketika ibadah. Kalau kita nggak bisa memuliakan dengan penampilan, padahal ini yg paling simple. Takdzim itu pondasi.

Imam Adz Dzarnuji : tidaklah orang-orang sukses itu menjadi sukses kecuali diawali dengan takdzim, pemuliaan.

Allah lebih berhak mendapatkan penampilan prima kita daripada makhluk. Terutama di 10 hari terakhir Ramadhan.


Yg kedua : Jaga shalat 5 waktu berjamaah bagi laki-laki di malam-malam ini. Khususnya isya dan subuh berjamaah.

Imam Ar Ramli dlm kitab Nihayatul Muhtaj menyampaikan : bahwa pandangan Imam Syafi'i, barangsiapa yg mengerjakan shalat isya berjamaah dan dan shubuh berjamaah maka dia mendapatkan Lailatul Qadar.

Hadits Imam Muslim : Barangsiapa shalat isya berjamaah maka ia mendapatkan bonus pahala shalat tarawih setengah malam suntuk, dan barangsiapa mengerjakan shalat subuh berjamaah maka sempurnalah setengah malam itu.

Dalam beberapa diksi, ini adalah minimum requirement untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Yg ketiga : 10 malam ini pastikan kita shalat tarawih dan tahajud.

Barangsiapa shalat bersama imam sampai selesai maka ia akan mendapatkan pahala semalam suntuk.

Aku mengimami manusia di bulan Ramadhan lalu aku membaca surat Fathir di rakaat pertama dan tidak ada satupun suara yg masuk ke telingaku yg komplain.

Abdurrahman bin Hurnuz tarawih membaca Al Baqarah di 8 rakaat shalat tarawih. Begitu ada imam yg membaca Al Baqarah dlm 12 rakaat makmum bilang terlalu cepat.

Khalid bin Duraij imamnya mengkhatamkan Al-Qur'an setiap 3 malam dlm shalat tarawih. Lalu imamnya sakit. Digantikan oleh imam lain yg mengkhatamkan Al-Qur'an setiap 4 malam dan diprotes oleh makmumnya karena terlalu singkat.

Barangsiapa yg shalat tarawih di bulan Ramadhan karena iman dan ihtisab maka dosanya diampuni oleh Allah

Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan ihtisab maka dosanya diampuni oleh Allah

Kalo ingin diampuni, pada saat kita berjuang dan mencari malam Lailatul Qadar harus ada iman dan ihtisab. Ihtisab artinya mengharapkan ganjaran dr Allah. Mengerjakan dengan senang dan gembira, dan tidak merasa berat dan lama.

Dulu itu imam tarawih itu bacaannya panjang, saking lamanya sampai bawa tongkat. Dan mereka baru bubar witir sebelum fajar.


Yg keempat : Baca Al Qur'anul Karim.

Imam Abu Hanifah kalau masih berada di antara kita sudah 40x khatam. Imam Qatadah setiap 3 hari khatam, begitu masuk 10 hari terakhir, sehari khatam. Dan kalau kita udah mentok, maka pegang hadits Nabi SAW berikut ini. Barangsiapa yg membaca Al Qur'an sebanyak 100 ayat di sebuah malam, maka dia akan mendapat bonus pahala shalat tarawih semalam suntuk.

Bayangin kalo kita tiap malem shalat isya berjamaah, shalat subuh berjamaah, shalat tarawih sampai selesai, dan baca 100 ayat, kita dapat pahalanya 3 malam suntuk loh ..


Imam Ibnu Rajab menjelaskan, inti dr itikaf adalah berkhalwat, memutuskan komunikasi dengan dunia, dengan makhluk, karena sibuk dengan Rabbul Alamin.

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa wafuanni. Ya Allah Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai orang-orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku. Berkhalwat dengan Allah, ceritakan dosa2 kita kepada Allah, yg dulu pernah ga shalat, yg dulu pernah berzina, berkhianat, nyakitin orang, tumpahkan air mata, minta ampun pada Allah.
Ini saatnya munajat dan merasakan kenikmatan bermunajat. Tidak ada kenikmatan yg lebih nikmat kecuali bermunajat kepada Allah.

Beruntunglah orang yg gampang bosen ketika bersama manusia, tp menikmati saat-saat bersama dengan Allah.

Anda cari kenikmatan di 3 hal, di waktu shalat, khususnya di shalat malam setelah shalat wajib, dan ketika membaca Al Qur'an, dan ketika anda berdoa, meminta ampun pada Allah. Dan kalau anda merasakan sensasi itu, orang2 beriman itu ketika disebutkan nama Allah hatinya bergetar, lalu jaga baik2 jangan sampai lepas, dan puji Allah, bersyukur pada Allah.

QS Al Anfal ayat 2
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal

Kenapa kita merasa bahwa kalimat Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa  wa'fuanni itu kurang? Karena kita baca pake lisan, bukan pake hati.

Bergembiralah untuk hari terbaik dlm hidupmu, yaitu hari dimana kamu bertaubat.
Inti taubat adalah penyesalan, air mata. Bukan cengeng, tp sensasi. Allah beri kelezatan dan rasa manis bermunajat. Saking nikmatnya Imam Ahmad berandai2 jika Allah tidak segera mengangkat musibah dan sakitnya agar ia bisa berkomunikasi dgn Allah.

Kita nyaman cerita pada sahabat kita, memangnya Allah kurang baik sampai kita nggak cerita masalah2 kita, nggak nangis ke Allah padahal Allah Maha Mengetahui Semuanya, yg mampu merubah semua dinamika dan permasalahan kompleks di antara kita.

Hadits riwayat Tirmidzi : Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam (begadang) untuk berjaga-jaga (dari serangan musuh) ketika berperang di jalan Allah.

Kalo di malam yg penuh berkah aja kita ga bisa nangis, tangisi betapa beku hati kita...

Kenikmatan itu tergantung betapa besarnya ambisi dan perjuangan dan pengorbanan kita.

Ingat selalu sebuah doa yg terkenal yg dibacakan oleh malaikat Jibril : "Celakalah seseorang, kehinaan bagi dia di dunia dan di akhirat, yg memasuki Ramadhan, dan ketika Ramadhan berakhir dosa2nya belum diampuni oleh Allah. Dan Rasulullah berkata "aamiin"...
Yg berdoa adalah malaikat terbaik, yg mengaminkan adalah manusia terbaik, maka bagaimanalah doa ini tidak dikabulkan oleh Allah....

Aisyah mengatakan, apabila masuk 10 hari terakhir, maka Rasulullah mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malam-malamnya, dan beliau membangunkan keluarganya.

1. Mengencangkan ikat pinggang : beliau bersungguh-sungguh dan kesungguhan beliau tidak pernah terlihat di hari2 yg lain. Kalau di waktu normal beliau shalat tahajud dlm 1 rakaat membaca Al Baqarah, An Nisa, dan Ali Imran, beliau yg segala khilafnya yg sedikit diampuni Allah, beliau yg dipastikan masuk surga, yg pintu surga tidak akan dibuka kecuali diketuk oleh beliau,
bagaimanalah kita yg blm pasti surga kah jalan kita atau neraka yg menjadi akhir kita. Kita hendaknya minta tolong kepada Allah agar kuatkan, bugarkan fisik kita,  lembutkan hati kita agar kita khusyu mencari Lailatul qadar.

2. Menghidupkan malam-malamnya : beliau tidak tidur sama sekali menurut beberapa riwayat, di dalam riwayat lain beliau hanya tidur sebentar.
So, hidupkan malam-malam twrakhir Ramadhan kita dengan membaca Al Qur'an, dengan isakan tangis kita seraya berucap Allahumma innaka afuwwun, tuhibbul afwa fa'fuanni

3. Beliau membangunkan keluarga beliau : banyak orang yg itikaf lupa mengontrol keluarga mereka,
Ibrahim bin Waqi : kalau bapakku menghidupkan malam terakhir ini, maka tidak ada anggota keluarga yg tidur.

Orang2 besar lahir dr proses. Orang yg mengenal Imam ahmad sejak kecil sudah menghidupkan malam terakhir Ramadhannya.

Beruntunglah kita masih diberi nafas di saat yg lain sudah meninggalkan dunia. Jangan jadi hamba dunia. Syukuri nikmat yg didapat saat ini. Fabiayyi aalaa i robbikuma tukadzdziban.

Hari ini adalah hari2 akhirat, orang2 beriman menunggu setahun lamanya untuk berjumpa dengan malam ini.

Semoga Allah beri taufik pd kita untuk menghidupkan malam2 ini dan mengkondisikan keluarga kita.

Wednesday, May 22, 2019

Kajian Nurul Iman / 18.05.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Umar bin Al Khattab dan Akhir yang Indah

Kajian Nurul Iman
18.05.19
Ust. Nuzul Dzikri
Umar bin Al Khattab dan Akhir yang Indah


Hanya dengan adab kita bisa memahami hakikat ilmu. Kalo kita nggak bisa kondisikan anak2 kita di rumah Allah, maka gimana di tempat lain. Nggak mungkin. Kecuali tendensinya duniawi. Tp kalau keikhlasan kepada Allah, di masjidlah tempatnya kita mulai mengkondisikan untuk menjaga adab.

Jika ingin sukses di bulan Ramadhan, kita harus menggabungkan istianah dan ibadah. Inti kehidupan kita adalah 2 hal tsb : iyyaka na'budu wa iyyaka nastain. Minta pertolongan pada Allah lalu ibadah. Semua tentang hal itu.

Kajian hari ini akan berbicara tentang seorang tokoh yg direkomendasikan langsung oleh Rasulullah : "Ikutilah 2 nama ini setelah aku wafat, Abu Bakar dan Umar". 

*Detik2 terakhir Umar bin Khattab*

Sebuah cerita yg lahir dr sebuah doa dari tokoh utamanya sendiri. Beliau berdoa di sisi putrinya Hafshah. Doa yg hampir mustahil terwujud pada saat itu : "Ya Allah anugerahkan aku terbunuh di jalan-Mu, syahid di jalan-Mu, dan wafat di kota Nabi-Mu". 
Doa ini susah banget, karena hampir sudah tidak ada peperangan di kota Madinah. Di Madina sudah aman, dan peperangan hanya terjadi di kota2 yg belum ditaklukkan oleh Khilafah Islam.

Namun jawab Umar : Wahai putriku, Allah itu bisa menghadirkan sebuah kejadian yg ia inginkan, yg ia kehendaki. Tidak ada yg susah bagi Allah, Allah bisa menjadikan Umar mati syahid tanpa ada peperangan di kota Madinah. Akan ada saja jalannya. 

Dan riwayat ini shahih. Doa tsb beliau panjatkan setelah beliau mengerjakan amalan di Mina setelah berhaji di tahun 23 Hijriyah.

"Ya Allah umurku sudah tua, dan kekuatanku sudah melemah, tp di sisi lain rakyatku semakin banyak dan meluas tersebar dimana2." Beliau khawatir tidak amanah. Maka beliau katakan "Cabut saja nyawaku, ke Hadirat-Mu dlm kondisi aku tidak melalaikan hak siapapun dan tidak meremehkan siapapun."

Dan sebelum bulan Dzulhijjah berakhir, Umar wafat...

Dalam Hadits Muslim, Umar pernah berkhutbah, "Aku bermimpi seekor ayam mematukku 3x, dan firasatku mengatakan ini tentang kematianku, ajalku sudah datang." 

Tahun 23 H, bulan Dzulhijjah di tanggal 26 hari Rabu. Pada saat shalat Subuh, sebagaimana biasanya, Umar RA memimpin umat Islam dan menjadi imam shalat Subuh. Sebagaimana biasanya, beliau berjalan dan memeriksa kelurusan shaf2 umat muslimin. Beliau tidak akan mulai shalat apabila shaf belum lurus dan rapi. Ketika shaf2 itu sudah rapi, beliau baru memulai shalat subuh pada hari itu. 

Takbiratul ihram, doa iftitah, taawudz, Al Fatihah, lalu dlm riwayat beliau baca surah Yusuf atau An Nahl. Dan musibah itu terjadi. Sebagian jamaah mendengar beliau berteriak. Ada penyelundup, Abu Lu'luah seorang Majusi. Dia menikam Umar 3x, seperti mimpi Umar dipatuk ayam 3x. 2 di bahu belikat, 1 di bawah pusar, dgn belati bermata 2 yg sudah diberi racun, ada yg meriwayatkan belati tsb dilumuri racun selama satu bulan sebelum digunakan untuk menikam Amirul Mukminin. Umar ditusuk dengan tusukan yg dalam, ada riwayat yg mengatakan tusukan yg di perutlah yg paling mematikan, membuat beliau wafat. 

Dan beliau setelah ditusuk masih sempat membaca QS Al Ahzab 38 : "Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku" . Beliau masih tetap berusaha untuk melanjutkan shalat beliau. Tp akhirnya beliau tidak sanggup. Dan pada akhirnya beliau mengambil tangan Abdurrahman bin Auf di kanannya, menyuruhnya menggantikan beliau menjadi imam. 

Adapun dgn Abu Lu'luah langsung bergegas untuk kabur, dan tidaklah dia keluar dan menusuk orang yg berusaha menghalanginya sehingga menusuk 13 korban dan 7 diantaranya syahid. Dan ketika ada seseorang yg menaklukkannya, kemudian ia menikam dirinya sendiri dengan belati tsb. 

Pada saat itu dengan segala kepanikan, Abdurrahman bin Auf menggantikan Umar menjadi imam shalat, beliau melanjutkan shalat dgn shalat yg ringan (dgn bacaan surat yg pendek). Setelah itu Umar langsung dibawa ke rumah beliau, pd saat itu Umar sudah tidak sadarkan diri. Dan di saat subuh sudah hampir habis waktunya, Umar belum juga bangun padahal beliau belum shalat subuh. 

Kata seorang shahabat, kalau umar masih hidup, lalu kita ingin bangunkan nggak ada cara kecuali password nya harus benar. Bilang ke Umar "shalat". Karena beliau blm shalat subuh. Dan Umar bangun mendengar kata "shalat". 

Begitu beliau bangun, yg ditanyakan adalah "orang2 udah shalat belum?" Orang2 di sisi beliau menenangkan dgn menjawab "sudah ya Amirul Mukminin". 
Lalu kalimat kedua yg dikatakan beliau adalah "Tidak ada Islam bagi orang yg meninggalkan shalat"

Setelah 2 kalimat itu, beliau minta diambilkan air untuk berwudhu. Ibnu Umar meriwayatkan pada saat itu perut Umar berlubang, darah masih mengucur keluar dr lukanya. Lalu Umar shalat, di rakaat pertama beliau membaca Al Kafirun dan di rakaat kedua membaca Al Ikhlas.

Yg terucap dr lisan Umar itu data, dalil, selaras dgn wahyu. Karena dari awal hidupmya begitu. Bukan spontanitas, tp cermin, barangsiapa hidup dgn pola tertentu, ia akan diwafatkan dgn pola tsb. 

Setelah beliau shalat beliau minta dipanggilkan Abdullah bin Abbas. Abdullah bin Abbas merupakan tokoh kesayangan Umar karena selalu dilibatkan saat rapat dgn ahlul badar. Dlm riwayat Thabrani, Umar bertanya siapa yg menikamnya, dari mana asalnya. Bukan untuk balas dendam, tp bertanya apakah ia memiliki kesalahan pd orang tsb, apakah Umar pernah mendzoliminya shg dia balas dendam pd Umar. Beliau meminta Ibnu Abbas untuk menanyai setiap orang apakah ada yg merasa terdzolimi oleh Umar, apakah ada yg belum tertunaikan haknya oleh Umar. Ibnu Abbas kemudian keluar dan menanyai setiap orang.

Semua orang menangisi Umar, mereka menangis seperti mereka kehilangan anak mereka sendiri. Mereka sedih dan takut Umar meninggal dunia. Mereka berharap Allah panjangkan usia Umar dgn mengambil jatah umur mereka. Maka benarlah apa yg dikatakan Imam Ahmad : salah satu parameter kebaikan seseorang adalah ketika meninggal banyak yg merasa sedih dan kehilangan dan bertakziah.

Lalu Abdullah bin Abbas kembali, dan menyampaikan bahwa tidak ada yg merasa terdzolimi oleh Umar. Disampaikan pula bahwa mereka menangis sedih takut kehilangan Umar. Dan terlihat ekspresi kelegaan dan bahagia di wajah Umar.

Umar masih belum tahu siapa yg menikamnya dan apa yg terjadi padanya. Beliau berkata, "Aku ingatkan kepada kalian, kalau kalian ketemu dgnnya (yg menikamku), kalian kudu sabar dan tahan emosi, jangan dieksekusi."

Lalu disampaikan kepada beliau bahwa Abu Lu'luah lah yg menikamnya, dan dia sudah bunuh diri setelah menikamnya. Umar lalu berkata "innalilahi wa inna ilaihi roji'un"...

Abu Lu'luah adalah seorang Majusi budak Al Mughiroh. Pada dasarnya, Umar tidak mengijinkan selain umat Islam yg tinggal di Madinah. Tp Abu Lu'luah ini multitalenta, pakar kayu, pakar besi, pakar ukir. Maka dia bisa menciptakan belati bermata dua untuk menikam Umar. Al Mughiroh yg meminta izin agar dia boleh tinggal di Madinah karena dia mungkin bermanfaat bagi orang Muslim untuk mengajarkan keahliannya.

Abu Lu'luah marah karena Umar tidak mengijinkan pajaknya dikurangi (dulu selain Muslim harus bayar pajak untuk tinggal di Madinah). Namun Umar tidak memberikan keringanan bayar pajak untuk Abu Lu'luah. Dan kemudian bertambahlah kebencian Abu Lu'luah kepada Umar, karena Umar jugalah yg menaklukkan Persia (kota orang Majusi).

Begitu Umar mendengar nama Abu Lu'luah, beliau bertakbir karena Umar memang sudah berfirasat mengenai hal tersebut.
"Alhamdulillah, pembunuhku bukan seorang muslim. Pembunuhku tidak akan beralasan keimanan pd Allah kelak". Umar tidak ingin berhadapan dgn sesama umat muslim di akhirat nanti.

Dlm sebuah riwayat, Umar lalu minum obat dr dokter, dan semua yg ia minum keluar lewat lukanya. Ada juga yg membuatkan susu, keluar juga lewat lubang luka tsb. Bayangkan sebesar apa luka di perut Umar. Dokter tsb mengatakan, "semua orang tahu ini ajalnya Umar bin Al Khattab".

Lalu manusia mulai berdatangan, mereka memuji2 Umar bin Khattab dan menyebutkan prestasi2 besar beliau. Umar berkata, "Orang yg tertipu adalah orang yg senang mendengar pujian2 tsb". Dlm hadits Bukhari, datang seorang pemuda. Ia berkata : bergembiralah wahai Amirul Mukminin, engkau masuk Islam di awal perjuangan, berhijrah dgn Rasulullah, lalu engkau menjadi khalifah, lalu klimaksnya engkau akan syahid. Dan yg dikatakan Umar adalah "aku berharap kalaupun yg kausampaikan benar, itu menjadi penyeimbang timbangan skor dosa dan pahalaku di hari penimbangan kelak."

Seorang Umar bin Khattab. Yg sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Menaklukkan banyak wilayah. Masih merasa tawadhu, merasa dosanya sangat banyak sehingga apapun kebaikan yg dia lakukan menyeimbangkan dosa2nya di akhirat kelak. 

Kita, yg surga aja belum tentu, ngerasanya udah pahalanya banyak banget... ☹️

Lalu anak muda tersebuh pergi, saat pergi jubahnya menyentuh lantai. Lalu pemuda itu dipanggil lagi agar bajunya tidak menyentuh lantai, lebih bersih dan lebih bertaqwa.

Bahkan di saat terakhirnya Umar masih berusaha ber amar makruf nahi mungkar. Mengingatkan pemuda tab agar bajunya tidak menyentuh lantai (isbal)

Intinya bukan besar kecil amalan, tp dari mana amalan tersebut, kalau sumbernya dr Allah dan Rasul-Nya maka semua akan dianggap besar. Karena kita nggak tahu amalan mana yg akan membawa kita ke surga, amalan mana yg kita lakukan dgn ikhlas, amalan mana yg diterima oleh Allah.

Umar menyuruh anaknya Abdullah bin Umar ke Aisyah, Ibunda Umat Islam. Kata Umar : Sampaikan ke Ibunda kita, Umar mengirim salam kepada beliau. Dan anaknya tidak boleh mengatakan bahwa salam itu dr Amirul Mukminin. Karena ini permintaan pribadi Umar sebagai Umar, bukan Umar sebagai pemimpin Khilafah pada waktu itu. Beliau meminta izin agar dimakamkan di sebelah Rasulullah, karena Aisyah juga ingin dimakamkan di samping Nabi SAW. Karena apabila Umar meminta izin Umar sebagai Amirul Mukminin, Aisyah harus taat kepadanya. Beliau tidak ingin memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi.

Ibnu Umar mendatangi Aisyah, dan Aisyah sedang menangisi Umar pada saat itu. Aisyah pun mengizinkan, meski beliau juga sangat ingin dimakamkan di samping Rasulullah. 

Umar sangat semangat menunggu kabar dr Abdullah bin Umar, Umar ingin diangkat oleh Abdullah bin Abbas untuk mendengar berita itu. Padahal kondisinya sudah sangat lemah.

Ahlussunah itu harus kuat di adab. Umar juga menyadari bahwa Aisyah juga ingin dimakamkan di samping Rasulullah. Umar masih berpesan, "Kalau aku wafat, gotonglah jenazahku, sampaikan salamku kepada Aisyah, katakan Umar bin Khattab minta izin sekali lagi, kalau Aisyah mengizinkan maka kuburkan disini di samping makam Rasulullah, tetapi jika Aisyah berubah pikiran maka kuburkan aku di kuburan kaum muslimin." 

Di detik2 terakhir Umar, Umar ingin keningnya ditaruh di tanah, karena ia takut sombong dan ujub karena orang2 membicarakan prestasi Umar. Ibnu Abbas berkata, celakalah kau wahai Umar kalau Allah tidak mengampunimu...

Kita terlalu sering bermain dengan ayat harapan tp tidak dengan ayat ancaman.

Umar meningal 3 hari setelah peristiwa penusukan tsb. Kematian Umar sangat spesial : 
1) Umar meninggal bakda haji, dan haji yg diterima tidak ada balasan selain jannah, 
2) Beliau ditusuk ketika shalat, 
3) Beliau mati syahid, 
4) Beliau mati syahid di bulan haram (akhir Dzulhijjah), dan 
5) Beliau meninggal di kota Madinah. Rasulullah bersabda bahwa beliau akan memberikan syafaat bagi siapapun yg meninggal di kota Madinah.

Doa Umar tekabul. Doa yg hampir mustahil terwujud pada saat itu : "Ya Allah anugerahkan aku terbunuh di jalan-Mu, syahid di jalan-Mu, dan wafat di kota Nabi-Mu". Jika kita jujur pada Allah, maka Allah akan wujudkan cita-cita kita. Allah itu bisa menghadirkan sebuah kejadian yg ia inginkan, yg ia kehendaki. Tidak ada yg susah bagi Allah, Allah bisa menjadikan Umar mati syahid tanpa ada peperangan di kota Madinah. Akan ada saja jalannya. QS Yasin 82 "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu."

Al Baqarah 184. Ramadhan hanya beberapa hari saja. Ini sudah hari ke-13. Kalo belum maksimal di 13 hari ini, maksimalkan di hari ke depannya. Jangan kalah dengan acara2 yg duniawi. 

Shalat. Adalah satu2nya perintah yg dijemput naik ke Sidratul Muntaha dimana mayoritas perintah itu diturunkan. 1x meninggalkan shalat wajib, dosanya lebih parah drpd zina, ijma oleh ulama. Sabar itu harus dipaksa dulu.










Kajian Nurul Iman / 04.05.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Sebab-sebab Kegagalan di Bulan Ramadhan

Kajian Nurul Iman
04.05.19
Ust. Nuzul Dzikri
Sebab-sebab Kegagalan di Bulan Ramadhan


Ramadhan, tamu yg tidak pernah datang dengan tangan kosong, membawa ampunan dr Allah SWT. Doa yg banyak, sesuai episode kehidupan kita.

Orang2 beriman adalah orang2 yg sifatnya ada di QS Ali Imran ayat 161 : orang2 yg senantiasa mengingat Allah kala berdiri, duduk, maupun berbaring.

Angka yg gagal di bulan Ramadhan tidak sedikit. Rasul dlm hadits Imam Ahmad mengatakan betapa banyak orang yg berpuasa, dimulai dgn kata "Rubbah", yg artinya dlm bahasa Arab untuk mengungkapkan sesuatu dlm jumlah banyak. Oleh karena itu hadits ini perlu kita camkan karena membicarakan sebuah kotak yg kuantitasnya banyak. Diterjemahkan dgn sederhana : "Betapa banyak orang yg berpuasa, tp puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus". Yg tidak mendapatkan ampunan banyak, yg tidak mendapatkan pintu surga bernama Ar Rayyan banyak, yg tidak mendapatkan rahmat berkahnya Ramadhan itu banyak, karena yg ia dapatkan hanya lapar dan haus.

Nabi melanjutkan dlm hadits lain : "Dan betapa banyak orang yg qiyamullail, yg tarawih, ganjarannya hanya rasa kantuk karena tidak tidur semalaman (tidak diterima oleh Allah SWT)".

Kita jangan tertipu dengan suasana, banyaknya orang berbuka, banyak yg gagal, dan gagal di bulan Ramadhan artinya celaka.
Sebuah doa yg terkenal yg dibacakan oleh malaikat Jibril : "Celakalah seseorang, kehinaan bagi dia di dunia dan di akhirat, yg memasuki Ramadhan, dan ketika Ramadhan berakhir dosa2nya belum diampuni oleh Allah. Dan Rasulullah berkata "aamiin"...
Yg berdoa adalah malaikat terbaik, yg mengaminkan adalah manusia terbaik, maka bagaimanalah doa ini tidak dikabulkan oleh Allah....

Kalo kita tidak bisa memanfaatkan bulan ini, maka akan terjadi kecelakaan dan kehinaan di dunia kita, sebelum akhirat kita.

Sama seperti Makkah, di sana kita shalat 1 rakaat sama dengen pahala 100.000 rakaat, tp di sana pula niat buruk di hati kita langsung dibalas oleh Allah. Tempat mulia, waktu mulia, bukan tanpa resiko. Kalo kita bisa manfaatkannya maka kita bisa panen, tp kalau gagal maka kita ibarat menggali kubur kita sendiri.

Apa sebab-sebab terpuruk di bulan Ramadhan? Padahal syaithan dibelenggu, padahal pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup.


1. Sebab yg pertama adalah karena dia lupa bertawakkal, bergantung pada Allah, dan meminta pertolongan pada Allah.

Mengandalkan kemampuannya sendiri, mengandalkan dirinya sendiri, pengalamannya, ilmunya secara teori. Dia lupa meminta pertolongan pada Al Qowiyy...

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan, bergantung pada Allah itu setengah agama, karena setengah yg berikutnya adalah inabah, yaitu kembali pd Allah, karena agama kita itu isinya 2 hal besar. Seluruh syariah Islam, seluruh buku aqidah, fiqh, dan hadits terdiri dr 2 hal besar : istianah dan ibadah, meminta pertolongan pd Allah. Dan tawakkal itulah istianah, dan inabah itulah ibadah. Kembali pd Allah dgn mengerjakan ibadah. Dan inilah konsep iyyaka nabudu wa iyyaka nastain, "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan"...

Orang yg hanya mengandalkan ilmunya, tp dia lupa doa "Allahumma a'inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik : Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu" orang yg lupa beristianah, ibarat iyyaka nabudu aja tanpa iyyaka nastain. Dia akan gagal dlm Ramadhan, selama apapun pengalamannya tidak akan sukses, sebanyak apapun ayat yg dihafalkannya, sebanyak apapun kajian yg diikutinya.

Yg ditawarkan oleh Ramadhan adalah pintu surga Ar Rayyan. Muadz bin Jabal bertanya pd Nabi, amalan apa yg membawa kita ke surga? Nabi mengatakan, Muadz, anda bertanya masalah yg besar, nggak mudah masuk surga, beratnya minta ampun, tp mudah bagi orang yg dimudahkan oleh Allah, yg diberi rahmat oleh Allah, yg diberikan hidayah oleh Allah, yg diberi taufik oleh Allah.

Banyakin berdoa "Allahumma ballighna Ramadhan". Para ulama udah baca doa ini sejak 6 bulan sebelum Ramadhan. Dan begitu hamba-Nya mengemis pada-Nya, maka "ud'uni astajib lakum : Berdoalah kamu kepada-Ku, pasti Aku akan mengabulkannya" QS Ghafir : 60

Kunci orang2 besar mengandalkan Allah. Nabi Musa ketika diperintahkan mendakwahi Firaun, beliau beristianah, berdoa minta pertolongan pd Allah (QS Thaha 25-32) : "Robbisrohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii, ..."
Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,(yaitu) Harun, saudaraku,teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,dan jadikanlah dia teman dalam urusanku

Tujuan istianah Nabi Musa kemudian dijelaskan di ayat selanjutnya (QS Thaha 33-34) : agar bisa bertasbih yg banyak pd Allah, dan bisa berdzikir yg banyak pd Allah.

Hanya kebodohan yg membuat orang mengandalkan dirinya, yg membuat dia lupa bahwa kita ini lemah di hadapan Allah. Sebanyak apapun kajian yg kita ikuti, kita nggak mungkin keluar dr kaidah Allah. Nabi Syuaib : Dan tidak ada taufik yg kita dapatkan kecuali pertolongan dr Allah, bertawakkal pd Allah, berserah pd Allah,
"Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku berserah diri dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS Hud : 88)

Syiar kita Ramadhan ini adalah "la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim" : Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”

Jangan masuk ke Ramadhan dgn penggalan iyyaka na'budu aja, tp iyyaka na'budu wa iyyaka nastain..
Para ulama terdahulu berdoa :
"Ya Allah sebagaimana Engkau menjaga keningku dari bersujud pd selain-Mu, jaga lisanku agar tidak meminta kepada selain-Mu"

Ini tentang kekuatan Allah, bukan kelemahan kita, yg membuat Para ulama bisa khatam 10 juz sehari...
Rasulullah berdoa setiap pagi dan petang dlm dzikir pagi petang : "Ya Hayyu Ya Qoyyumbi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin"

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu.

Sekejap mata. Bahkan untuk sekejap mata pun kita butuh pertolongan Allah. Ini Ramadhan 30 hari. Jadi kudu banget minta pertolongan pd Allah.


2. Sebab kegagalan di bulan Ramadhan yg kedua adalah tidak punya agenda, dan yg punya agenda nggak komitmen.

Rasulullah punya agenda yg baku di Ramadhan. Malaikat Jibril datang setiap malam pd Rasulullah dan mereka mengkaji Al Qur'an. Sehari sejuz itu mungkin banget. Bisa baca 2 lembar setelah shalat fardhu. Ketika Nabi itikaf di masjid, dan ada udzur, beliau menggantinya di hari Syawwal. Itu menunjukkan Rasulullah komitmen dan punya agenda di bulan Ramadhan.

Buat agenda. Kalo nggak, akan tergerus. Karena yg menyibukkan kita di bulan Ramadhan banyak.


3. Sebab ketiga adalah lupa memperhatikan masalah hati

Adapun untuk sukses di bulan Ramadhan harus naikkan hati kita. Banyak orang yg gagal karena cuma fokus di ibadah fisik aja, sunnah2 puasa aja.
Yg Allah janjikan ampunan itu kan punya kriteria : berpuasa karena iman, dan mengharapkan pahala, dan ini semua amalan hati. Orang yg nggak memainkan hatinya nggak mendapatkan ampunan dr Allah. Seneng ketemu Ramadhan, termasuk amalan hati juga...

Syaratnya memainkan hati...

Amalan fisik bagus, nggak boleh didiskreditkan, tp yg jd masalah adalah memasuki Ramadhan cuman mengandalkan amalan fisik aja tanpa mengandalkan amalan hati, dan itu nggak mungkin....

Mainkan hati kita dr hari pertama sampau hari terakhir Ramadhan, maka kita akan dapatkan ampunan dr Allah SWT. Kata para ulama, kita bisa dapatkan dunia kita dgn amalan fisik kita, tp mendapatkan akhirat harus dgn hati, harus jujur dgn Allah SWT. Mainkan hati, jaga keikhlasan. Karena fenomena menampilkan riya itu banyak di bulan Ramadhan.


4. Sebab kegagalan keempat adalah ketika seseorang memasuki Ramadhan dgn membawa dosa2nya.

Dia nggak beristighfar dan bertaubat atas dosa2nya ketika memasuki bulan Ramadhan. Yg membuat kita lemah dlm beribadah itu dosa kita. Al Insyirah ayat 1-3 : "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu". Dosa2 kita inilah yg membuat kita seolah2 tarawih dengan menggendong tas ransel, ngantuk. Padahal kita nonton 3 jam bisa.

Ayat ini menunjukkan semua tentang taufik dan dosa. Allah yg turunkan beban kita (taufik dr Allah) dan dosa kita sendiri yg memberatkan kita (dari perbuatan kebaikan). Hati2 dengan dosa. Itu dosa bikin capek. Sesungguhnya salah satu ganjaran atau hukuman dosa, adalah menyeret kita ke dosa berikutnya (Imam ibnu Rajab).


5. Sebab Kegagalan yg berikutnya kelima adalah tidak berani memprioritaskan dan menomorsatukan akhirat di atas dunia di bulan suci Ramadhan.

"Baltutsirunal hayataddunya : Sedangkan kamu memilih kehidupan dunia" QS Al A'la : 16.

Kita tidak bica substansi, tp justifikasi. QS Muhammad : 31
"Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu."

Kalo kita ga bisa menomorsatukan akhirat, menomorsatukan Allah di bulan dimana syaithan dibelenggu, lalu gimana di bulan lain?

Ulama bisa superior dan menampilkan aksi heroik di bulan Ramadhan karena mereka berani meninggalkan keduniawian. Kita seolah2 lebih sibuk drpd mereka. Satu bulan aja masa ga bisa. Kalo kita ga bisa cuti, maka maksimalkan.

Ada orang yg ingin umrah Ramadhan, tp ga diperbolehkan sm perusahaannya, dia keluar dr perusahaannya. Kalo udah bawa2 ibadah itu ekstrim. Tp kalo urusan dunia nggak ada tuh yg bilang ekstrim, fundamentalis. Padahal harusnya kan kebalik.

Ramadhan adalah momentum memprioritaskan akhirat.

Konsep kita adalah berusaha kasih makan buka ke temen kita. Mentalnya tuh ngasih, bukan dikasih. Pahala itu mahal. Setiap orang itu beramal sesuai takdirnya masing-masing.


6. Sebab kegagalan keenam adalah karena mereka gagal dalam menghadirkan rasa "oh bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita".

Ini kesempatan sahur terakhir kali, terakhir kali berbuka puasa, terakhir kali mendengar merdunya suara imam. Kita tuh males karena kita panjang angan2, seakan2 masih hidup sampai tahun depan. Kalo bisa menghadirkan rasa ini, pasti kita akan mengolah sedemikian rupa waktu Ramadhan.

Bahkan Rasulullah mengibaratkan masalah ini bukan pd Ramadhan, tp pada ibadah shalat. Shalatlah seakan2 itu shalat terakhir kita, karena shalat itu ibadah yg paling rutin.

Banyaknya bertemu dan berinteraksi itu akan membunuh rasa dan sensitivitas. Beda rasanya kita tinggal di Zimbabwe trus ketemu sama sesama orang Indonesia, dgn ketemu sesama orang Indonesia di Tanah Abang.

Shalat itu ketemunya 5x sehari. Bahaya kan, makanya banyak orang shalat gitu2 aja. Kalo misalnya la qadarullah kita dieksekusi mati ba'da shalat isya, lalu kita diijinkan untuk shalat isya sebelum dieksekusi, itu akan jd shalat isya terbaik di hidup kita, bisa jadi baru takbiratul ihram aja udah nangis... 15 menit sebelum kiamat sughra kita. Meresapi arti doa iftitah yg jauhkan aku dan dosaku seperti jauhnya timur dan barat. Meresapi arti setiap ayat Al Fatihah, dsb...

Kegagalan ibadah kita adalah karena tidak bisa menghadirkan rasa terakhir ini....

Ini Ramadhan terakhir kita, ini presentasenya besar, 50%. Banyak dr kita yg mengalami yg tahun lalu masih shaum dgn istrinya, anaknya, orangtuanya, tp tahun ini sudah tidak bersama. Nggak ada Ramadhan setelah ini, nggak ada sahur dan buka setelah ini....

Ini hari pertama, tp bisa jd hari terakhir kita,
Ini hari kedua, tp bisa jd hari terakhir kita,
Ini hari ketiga, tp bisa jd besoknya kita sudah di keranda... Didoakan Allahummaghfirlahu....

Kalo kita menyia-nyiakan Ramadhan, kita yg akan dihukum oleh Rabbul Alamin.


Tanya Jawab :

1. Shalat sebagai makmum tp ingin ikut menyimak dgn gadget atau mushaf ketika dibacakan ayat, agar tidak ngantuk...
Shalatnya sah, tp kehilangan dua keutamaan : bersedekap secara sempurna dan melihat ke tempat sujud. Hanya saja apabila itu bisa membuat kita lebih khusyu tidak apa2, karena menjaga kekhusyuan lebih penting dan utama daripada kita ngeblank saat imam baca ayat pd saat shalat tp sedekap sempurna dan lihat tempat sujud.

2. Orangtua menyuruh pulang di 10 hari terakhir, tp ingin memaksimalkan 10 hari terakhir mencari lailatur qadar, gimana ustadz?
Mencari Lailatul Qadar secara penuh otu hukumnya sunnah, tp birrul walidain itu hukumnya wajib. Sibuk mengerjakan hal wajib tp jd tidak mengerjakan sunnah, itu dimaafkan oleh Allah. Tp kalo sebaliknya sibuk mengerjakan hal sunnah tp mengabaikan hal wajib itu terperangkap perdaya iblis....
Kita harus memainkan hati di sini, misinya adalah pahala dr Allah.

3. Boleh ga, nggak mendengarkan kultum di shalat tarawih tp baca Al Qur'an?
Pada dasarnya itu hukumnya boleh dan tidak mencederai ibadah shalat tarawih kita
Pertama kita menjaga kondisi tidak membuat orang tersinggung. Kedua jaga adab kita ke Al Qur'an, ke orang lain, adab dalam majelis.

4. Tarawih yg baik?
Perlama bacaan, sedikitkan jumlah rakaat

Kajian Nurul Iman / 20.04.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Mereka adalah Pembajak

Kajian Nurul Iman
20.04.19
Ust. Nuzul Dzikri
Mereka adalah Pembajak
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)



 “Jika kalian melewati taman-taman Surga, nikmatilah”, para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud taman-taman Surga?”, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Yaitu majlis-majlis dzikir (majlis yang digunakan untuk mendalami agama Allah).” [HR. Ahmad]

Akan ada sebuah waktu dan momen dimana kita diminta memilih oleh Allah, mau memilih dunia atau memilih akhirat. Sengaja dibenturkan oleh Allah. Akan ada ujian keimanan di kehidupan kita masing2. Maka mulailah dr majelis ilmu, mulai dari memuliakan ilmu Allah, maka Allah akan memuliakan kita (Syaikh Al Utsaimin).

*Bisyr Al Khafi (?)*

Abu Hanifah hikayat tentang kisah para ulama lebih ia sukai dr ilmu fiqh, bukan berarti beliau mengesampingkan ilmu fiqh, beliau adalah salah satu ulama fiqh yg terkenal.
Tp para ulama adalah fiqh real, panutan dalam pelaksanaan fiqh dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya teori, retorika belaka, bukan hanya jago bicara saja. Dan hari ini kita kekurangan qudwah, kekurangan teladan, salah satunya karena adalah jarak antara ulama dengan umat yg "jauh"

Salah satu perkataan Bisyr yg terkenal adalah "Anda tidak akan merasakan manisnya ibadah sampai anda membangun dinding antara anda dan syahwat anda."

Yahya Al Qaththan sangat suka pada Bisyr karena dia sangat serius saat belajar. "Anda jangan beramal agar dipuji oleh orang, agar nama anda dikenal. Sembunyikan amal ibadah anda sebagaimana anda jago menyembunyikan aib-aib dan dosa-dosa anda."

Maksud menyembunyikan amal disini adalah amalan ibadah yg sifatnya non syiar. Adapun amalan yg syiar (seperti shalat Jumat, memakai jilbab) hendaknya diperlihatkan.

Orang jaman sekarang haus akan popularitas. Padahal apakah hati kita akan bisa bertahan ketika mendapatkan euforia popularitas tsb kalo ilmu kita padahal masih cetek. Padahal dulu para ulama mikir gimana caranya dia sendiri bisa selamat (dr api neraka) terlebih dahulu baru menyelamatkan orang.

"Saya tidak tahu ada amalan yg lebih afdhal dr menuntut ilmu bagi orang yg bertaqwa pd Allah dan niatnya benar dalam belajar. Adapun saya, saya beristighfar kepada Allah SWT dr setiap langkah demi langkah yg saya gunakan untuk menuntut ilmu (kalo saya saya banyak dosa, saya takut nggak ikhlas, takut terkena noda)."

Dunia ilmu itu dunia kerendahan. Kita belajar dr Nabi Musa yg ditegur oleh Allah ketika dia mengatakan dia orang paling berilmu di dunia ini. Selalu merasa diri berdosa, benyak khilaf, takut nggak ikhlas.

Pada suatu saat, Bisyr didatangi seseorang lalu dipeluk dan disayang, di depan murid-muridnya. Lalu Bisyr berkata "Pemandangan yg kalian saksikan td, adalah seseorang yg mencintai saudaranya karena orang tsb menganggap saudaranya baik. Dia pikir saudaranya baik, bertaqwa pd Allah, tulus pd Allah. Adapun saudaranya yg ia cintai  tsb (Bisyr maksudnya) belum tentu selamat, dan belum tentu sesuai persangkaannya."

Para ulama dahulu sangat rendah hati. Inilah pondasi ilmu. Pondasi yg menjadi tonggak bangunan sebelum mereka belajar tentang fiqh, tentang hadits dll.

Allah memberi wahyu kepada Nabi Dawud (yg isinya) : "janganlah engkau menjadikan perantara Aku dan dirimu seorang alim yg terfitnah, karena dia akan menghalangimu dari mencintaiku Mereka adalah pembajak dan perampok para hamba-hamba-Ku"

Poinnya adalah : ahli ilmu yg terfitnah, yg tidak ikhlas, d/bisa mencegah kita dr mencintai Allah SWT. Dan itulah pembajak2 hamba Allah, membuat orang2 tidak mau mengenal Islam. Karena ketika ahli ilmu itu, orang yg sudah ngaji itu tidak ikhlas, maka ketidakikhlasan tsb akan ia tuangkan dalam ucapan dan perbuatannya. Produk seseorang adalah ucapan dan perbuatannya. Ketika negatif, maka otomatis hal itu dilihat oleh orang2 di sekitarnya. Orang nggak simpatik, "udah ngaji aja kayak gitu, udah kenal agama aja kayak gitu", maka orang jadi nggak mau mendekat. Mereka ini tanpa sadar memberikan kampanye negatif tentang belajar Islam.

Inilah yg dikatakan oleh Abdullah bin Abbas : Sesungguhnya seorang hamba menjaga ilmunya tergantung dengan tingkat keikhlasannya. Menjaga ilmu sehingga ilmunya di dalam jiwa, di dalam hatinya (Al Ankabut 49). PR kita adalah menjaga ilmu agar ilmu tsb nggak cuma di majelis taklim. Banyak orang begitu masuk rumah ilmunya ilang, nggak ada, sebatas konten aja, hafal tp gak ada aplikasi. 

Yg keluar harusnya bahasa2 positif, perilaku yg baik, niatnya kuat, penjagaannya bagus. Ilmu adalah rasa takut pd Robbul Alamin. 

Dan pasti ada teori sebab akibat. Begitu lingkungan melihat perilaku dan perkataan orang yg nggak ikhlas, maka lingkungan akan memberikan respon, salah satunya adalah membuat orang2 lari dr Islam, jd nggak suka, fobia thd agama Allah. Simbol Islam yg dia pakai membuat orang nggak suka pada Islam, nggak cinta pd Allah.

Berkaca. Kalo kita di dlm masjid ama di luar masjid beda, perbaiki niat. 

 
*Tentang Nisyfu Sya'ban*

1)Jumhur ulama menyatakan silakan berpuasa di pertengahan Sya'ban yg kedua. Tp mahzab Syafi'i menyatakan silakan berpuasa bagi yg sudah mulai puasa sebelum pertengahan kedua. Tetapi hadits Aisyah menyatakan bahwa Rasulullah berpuasa kebanyakan di bulan Sya'ban. Jd menurut jumhur ulama dipersilakan puasa 

2)Malam ke 15 adalah malam yg disampaikan Nabi SAW : Allah SWT melihat hamba2nya secara khusus laku mengampuni mereka, kecuali 2 golongan : 1) musyrikin (orang2 yg syirik) tidak diampuni oleh Allah kecuali dia bertaubat. Orang2 yg riya, orang2 yg sum'ah, 2) musyahin a)orang yg terlibat permusuhan horizontal antar manusia karena urusan dunia) kecuali kalo kita dibenci, kalo itu karena kedzaliman kita, selesaikan sebelum malam 15 ini berakhir. b) tafsir Al Auza'i membenci sahabat Nabi. c) Imam Ibrahim An Na .... : orang2 yg mengerjakan ibadah yg tidak ada tuntunannya. Karena untuk mendapatkan fadilah amal adalah kita perlu mencontoh Rasulullah. Malam 15 adalah malam yg istimewa tp tidak ada amalan khusus. 

3)masuknya kita di pertengahan Sya'ban menandakan perjumpaan kita dengan Ramadhan tinggal 15-an hari saja, harus ada persiapan, harus ada pemanasan, kalau tidak kita hanya akan menjadi pecundang di bulan Ramadhan. Para ulama dulu persiapannya sejak 6 bulan sebelum Ramadhan, sejak 1 Sya'ban mereka sudah beramal dengan giat seperti saat Ramadhan.

Hidup ini tentang skala prioritas. 

Hasan al Basri mengatakan "Wahai anak2 muda kalian harus mengejar akhirat. Dan 15 hari lagi adalah puncak2nya pencarian akhirat. Kita udah sering melihat orang2 yg mengejar akhirat, mereka pun mendapatkan dunia. Dan sebaliknya kami tidak pernah melihat ada satupun orang ug mencari dunia lalu dia dapatkan akhirat. Tidak pernah."

Rasulullah berkata :
"Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya (yang datang hanya sesuai takdir Allah saja). Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina."

“Apakah kalian menyangka masuk surga, padahal kalian belum merasakan musibah yang telah menimpa orang-orang sebelum kalian, mereka telah ditimpa malapeteka dan kesengsaraan dan digoncangkan sampai rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya menyatakan, “Kapan pertolongan Allah tiba?” Katakanlah, “Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al Baqarah 214)


Ujian adalah kesulitan dan rasa sakit. 
Rasa sakit harus dijalani, dan jangan berfikir kita masuk surga tanpa melalui rasa sakit. Dan kalau kita nggak bisa bertahan dengan rasa sakit di akhir Syaban, di bulan Ramadhan, lalu bagaimana kita bisa bertahan dengan rasa sakit di bulan2 lainnya, yang syaithan todak lagi dibelenggu...

Allah berfirman dlm QS As Sajdah 24

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami.

Mereka harus merasakan rasa sakit lalu mereka merasakan kesabaran. Imam Syafi'i pernah ditanya, apakah yg harus kita pilih antara kemapanan atau kesulitan dan ujian? Jawab Imam Syafi'i, pertanyaan ini tidak tepat, anda tidak akan mapan sampai anda merasakan kesulitan diuji lalu anda sabar. 
Iman kita nggak akan mapan, ketakwaan kita nggak akan mapan, kalo kita nggak merasakan sakit. 

Pola Allah nggak akan berubah. Fathir 43.

Imam Malik mengatakan : umat ini nggak akan baik kecuali dengan pola yg membuat umat pertama ini baik. 

Fastabiqul Khoirot : olimpiade kebaikan adalah bulan Ramadhan.


Tanya Jawab

Apakah kajian termasuk syiar? Apabila ada yg suudzon kita tidak pernah datang kajian apakah harus diluruskan?
Al Maidah 54 


Pada akhirnya manusia akan mencari manusia, itu sunnatullah. Itu yg membuat Hawwa diciptakan untuk Adam, padahal Adam diciptakan dengan seluruh fasilitas.






Kajian Nurul Iman / 13.04.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Terjebak Makar Sendiri

Kajian Nurul Iman
13.04.19
Ust. Nuzul Dzikri
Terjebak Makar Sendiri
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)



Parameternya adalah niat. Niat yg menentukan baik buruknya kita, apakah kita berhasil dalam.menuntut ilmu agama atau tidak. Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas : "Sesungguhnya seseorang menghafal atau menguasai ilmu itu tergantung niatnya."

Imam Hammad bin Salamah :
"Barangsiapa yang menuntut ilmu hadits bukan karena Allah Ta'ala, maka dia akan terkena makar dari perbuatannya sendiri."

Sebelum menerima nasihat, kita sepatutnya mengenal siapa yang memberi kita nasihat.

Umat harus dijembatani untuk mengenal para ulama klasik. Karena umat tidak akan menjadi baik kalau tidak mengikuti pola ulama generasi terdahulu.

Imam Hammad adalah samudera ilmu. Beliau adalah pakar hadits, pakar bahasa Arab, pakar fiqh, dan salah satu tokoh besar dalam sunnah Rasulullah SAW. Dan beliau ahli ibadah.

Kalau ada yg mengatakan kepada Imam Hammad engkau akan meninggal esok hari, maka beliau tidak mampu menambah amalnya lagi (Imam Hammad bingung mau ngapain lagi, beramal apalagi, semuanya udah dilakukan oleh beliau, subhanallah). Waktunya itu habis untuk ibadah, tasbih, takbir...

Sebenarnya banyak orang yg lebih banyak beribadah drpd beliau, tp tidak ada orang yg lebih istiqomah drpd beliau, tidak ada yg lebih kontinyu drpd beliau. Rutin dalam beribadah itu penting. Karena amalan yg paling Allah cintai adalah yg kontinyu, rutin, walaupun sedikit. Itu yg membuat Imam Hammad sukses dan beliau menjadi icon umat Islam pada zamannya. Bahkan Yahya mengatakan jika anda mengatakan kalau ada yg mencela Hammad bin Salamah, maka perlu dikatakan keislamannya. Beliau sebelum mengajar suatu hadits membaca 100 ayat Al Qur'an dulu.

Ibnu Abdul Barr mengatakan agama itu rutinitas adat kebiasaan. Karena kebaikan itu rutinitas. Orang yg sukses bukan orang yg membuat karya semata, bukan orang yg mendapatkan momentum, tp orang yg menghargai setiap inci kehidupannya, dan mengisi setiap inci tsb dengan ibadah dan amal shalih. Mereka paham bahwa setiap inci itu membentuk puzzle kehidupan mereka.

Barangsiapa yg hidup dalam suatu pola tertentu maka akan wafat dgn pola yg ia rutinkan tsb. Kita akan diwafatkan dalam kondisi rutinitas kita, sesuai pola yg kita bangun pd saat kita hidup.

Maka parameter baik atau buruk bukan pada kajian ini, tp bagaimana rutinitas kita dlm mengikuti kajian ini.

Tidak akan beranjak kaki seorang hamba sampai ia ditanya 4 perkara. Salah satunya tentang umur kita untuk apa dihabiskan.
Pertanyaan ttg umur adalah pertanyaan tentang waktu, setiap detik kehidupan kita, bagaimana kita mengamalkan setiap inci kehidupan kita. Kajian kita cuma pilot project aja. Kalo di masjid aja kita ga bisa jaga image, di rumah Allah aja kita nggak jaga perilaku, apalagi di rumah sendiri yg bebas sebebas-bebasnya? Itu kenapa para ulama menekankan adab.

Imam Abu Hanifah pernah mengatakan cerita2 nyata ttg para ulama dan kebaikan2 mereka lebih disukai dr banyaknya ilmu fiqh. Bukan berarti meremehkan ilmu fiqh ya, beliau adalah imamnya ilmu fiqh. Karena perilaku ulama adalah fiqh yg real yg nyata, contoh nyata penerapan fiqh di kehidupan sehari2.

Kualitas Islam kita dilihat dr rutinitas kita sehari2. Bukan sikap kita di majelis ilmu semata, bukan sikap kita di depan bos kita. Sikap kita menunjukkan mukminkah kita atau munafikkah kita.

Orang2 besar adalah orang yg memiliki identitas dan bangga dengan identitasnya. Identitas kita ditentukan dari bagaimana ibadah kita, bagaimana kita mengelola hati kita, bagaimana kita bersikap.

Hadits Ibnu Majah : Agama itu rutinitas

Orang itu secara fitrah nggak suka dengan maksiat, kalo mau melakukan maksiat itu maju mundur, tp godaan syaitan itu luar biasa.

1. Salah satu berkah nya ilmu adalah menyebutkan referensi siapa yg memberikan ilmu tsb kepada kita.

2. Saling memberikan masukan, tambahan informasi, adalah kultur dunia ilmu. Para penuntut ilmu itu saling menyayangi, saling memperbaiki, mendukung, memberi masukan, meluruskan dgn cara yg bijak. Karena semua ilmu bersumber pd Al Qur'an, dan Qur'an adalah kitaburrahmah (QS Yunus ayat 57) "Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."

3. Yg menyampaikan ilmu belum tentu mengetahui semuanya. Buktinya Ustadz Nuzul dikoreksi oleh ustadz lain mengenai perkataan ibnu Barr yg ternyata juga hadits Ibnu Majah. Parameter orang baik bukan yg menguasai, tp yg kebaikannya mengalahkan keburukannya, dan orang yg buruk adalah orang yg kebaikannya dikalahkan keburukanya

Kalo kita mengisi kajian di suatu majelis ilmu, lalu ada pertanyaan yg tidak bisa dijawab, maka sesekali bacakan pertanyaan tsb jika kondisi memungkinkan lalu jawab saya tidak tahu jawabannya. Agar murid kita tahu bahwa gurunya tidak maksum, gurunya terbatas juga ilmunya, pesannya adalah guru mereka pun haus belajar seperti mereka, belum sampai titik maksimal. Dan seluruh faidah, siapapun yg menyampaikan, kita harus tawadhu pd kebenaran. Karena kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Dan tanggung jawab guru bukan hanya menyampaikan materi tp juga memberikan keteladanan.

Ali Imran 54
"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya (makar). Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya (makar)."

Ketika kita belajar bukan karena Allah, maka kita pasti akan terkena batunya. Pasti. Orang yg makar itu di depan kita baik, tulus, tp di belakangnya ternyata semua dilakukan untuk kepentingan dia. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas perbuatan makar. Mereka diberikan kecerdasan tp tidak kebersihan hati. Mereka paham tp tidak mendapatkan hidayah dr Allah. Imam Adz Dzahabi mengatakan para kaum mu'tazilah itu contoh yg ilmunya tidak bermanfaat.

Riya itu syirik kecil dan secara umum lebih parah dr dosa besar lainnya. Munafiq dengan riya tidak bisa dipisahkan. Orang kafir itu masih fair play, terang2an. Tp pelaku riya itu bermain, dia punya kepentingan lain, dia berusaha bermakar kepada Allah, tampaknya shalih, tp di belakang punya kepentingan lain. Dan Allah akan balas. Kecuali kalau kita berubah, bertaubat.

Salah satu bukti keikhlasan kita adalah ilmu kita berbuah amal kita sehari2. Tugas kita adalah merutinkan iman, ibadah, adab dlm keluarga kita.

Ali Imran 191
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."


Orang2 yg bertakwa merutinkan di setiap kondisinya mengingat Allah saat duduk, berdiri, dan berbaring. Dan juga merutinkan keluarganya untuk mengingat Allah. Mulai dr diri kita, lalu orang terdekat, lalu sekitaran. Jangan sampai Allah balikkan makar Allah ke diri kita sendiri.

Barangsiapa yg akhirat menjadi ambisinya, maka Allah akan berikan kemudahan pada urusannya, dan Allah akan memberikan kekayaan dalam hatinya. Karena kekayaan itu tentang rasa, bukan harta. Kekayaan itu bukan aset, tp jiwa. Dan dunia akan datang ke dia dlm kondisi hina.


Tanya Jawab

1) Bagaimana mengamalkan ilmu di majelis ilmu dlm kehidulan sehari2
Pertama2 kalo takut tidak bisa mengamalkan solusinya bukan jadi tidak datang ke majelis ilmu. Belajar dan mengamalkan adalah satu paket. Belajarlah secara bertahap, karena kalo belajar secara random, maka kerepotan mengamalkannya. Dan konten2 kajian tidak semata2 mudah diamalkan. Hatinya kita yg belum siap untuk mengamalkan. Al Qur'an aja diturunkan secara bertahap. Bukan langsung satu mushaf. Dan begitulah cara Allah memantapkan, mengokohkan hati Muhammad. Hati Nabi padahal udah dicuci. Karena hati nggak kuat. Robbana ma khalaqta hadza bathila. "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka". Polanya Allah dlm QS Fathir 43.

Bukan masalah konten, tp masalah timing kita kapan mempelajari sebuah ilmu. Bukan kajiannya yg salah, tp kitanya yg belum siap menerima pelajaran selanjutnya. Begitu hati kita kokoh, maka untuk mengamalkan itu mudah. Begitu para shahabat hatinya kokoh, ayat larangan khamr diamalkan dalam waktu kurang dr 1x24 jam. Bahkan yg minum khamr beberapa saat sebelum ayat tsb turun aja memuntahkan khamr yg mereka minum, bukannya bersyukur oh sempet minum sebelum dilarang...

2) Sunnah Nabi tuh kalo suami nggak mau bangun maka dicipratin wajah suami itu dengan air, bukan dibacain ayat kursi.

3) Karir atau mengurus keluarga? Tp suami inginnya bekerja agar mensupport perekonomian keluarga.

Poinnya adalah bagaimana memprioritaskan keluarga. Kalau ingin berkarir jangan sebatas mencari uang aja, hidup kita terlalu mahal untuk cari uang aja, tanpa ada suatu karya yg kita tinggalkan untuk amal jariyah. Dan pentingnya proses pranikah untuk menyamakan frekuensi. Kalo nggak menemukan persamaan yaudah nggak usah lanjut.

4) Balasan itu tergantung jenis perbuatan. "Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia yaitu kedzaliman dan durhaka (pada orang tua)." (HR Hakim)

5) Diberi fasilitas dunia, bagaiman agar tetap bertaqwa?

Barangsiapa yg mengerti akan manusia, dia akan beristirahat. Maksudnya mayoritas pujian manusia tidak tepat sasaran, dan banyak yg berlebihan. Imam Ibnu Halim.

Al Anbiya 35
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."

Dua2nya adalah ujian, Allah akan tanya nanti. Nggak ada alasan kita berbangga atas fasilitas dunia. Yg harus kita pikirkan adalah bagaimana kita menjawab pertanyaan Allah di akhirat kelak. Kuatkan dengan mentadabburi tauhid asma wa shifat.

Kajian Nurul Iman / 30.03.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Ngaji = Neraka ??

Kajian Nurul Iman
30.03.19
Ust. Nuzul Dzikri
Ngaji = Neraka ??
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)


Hikmah dr Allah Taala : tidak setiap orang diberikan kesempatan menuntut ilmu agama sejak usia muda. 

Intinya adalah militansi dalam menuntut ilmu. Ada upaya keikhlasan, ada semangat, ketawadhuan, kesitiqomahan. 

Belajarlah ilmu agama sebelum anda menjadi orang besar, sebelum tua, sebelum sukses, kata Umar bin Khattab. Lalu ditambahkan oleh Imam Bukhari : Dan begitu juga ketika anda sudah anda menjadi orang tua, setelah sukses, dan setelah menjadi orang besar. Karena kunci kebahagiaan adalah ilmu Allah.

Para shahabat Nabi pun banyak yg menuntut ilmu di usia yg sudah tidak muda lg. Ilmu yg berkah itu bukan hanya konten yg benar, tp prosesnya juga harus benar.

Barangsiapa yg fase awalnya dibakar oleh kerja keras, pengorbanan, keringat, maka fase akhirnya akan bersinar. Mulai dari nol, istiqomah, dan serius, dan akhirnya banyak orang yg dapat hidayah karena kerja keras tsb 

Semua orang beramal sesuai takdirnya, tp yg namanya surga firdaus itu butuh upaya, kerja keras. Surga itu dikelilingi hal hal yg nggak sesuai dengan keinginan kita...

Jangan curangi proses, karena proses tidak akan berubah. Dan anda tidak akan menemukan sunnatullah itu berubah, pola hidup, pattern.

QS Fathir 43
"Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu."

Dan diantara pola hidup adalah yg tertera dlm QS Al Ankabut 69
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."

Jihad di sini bukan yg artinya perang, karena ayat ini diturunkan sebelum ada syariat ttg berjihad perang, tp maksudnya berjihad adalah berjuang dan totalitas. 

Rasulullah aja jalan kaki dr Makkah ke Madinah untuk hijrah,
Rasulullah harus mengalami fase dicaci maki untuk dapat diterima ajarannya,
Masa iya kita santai2 minta surga...
Rasulullah pun juga menjalani pola Allah...

Ilmu itu diangkat dengan diwafatkannya ahli ilmu. Lalu sampai tidak ada lg orang yg berilmu, dan kemudian orang2 akan mencari dan mengangkat orang2 bodoh yg ditokohkan, lalu mereka saling sesat dan menyesatkan.

Kufur nikmat, dikasih Allah nikmat tp kita ga dimanfaatkan, maka Allah akan cabut nikmat tsb.

"Dari Nabi SAW, barangsiapa yg menuntut ilmu untuk selain Allah SWT, atau yg dia inginkan selain mengharapkan wajah Allah, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka."

Sanad hadits ini lemah, ttp makna hadits ini didukung oleh dalil2 yg lain:

Nabi SAW bersabda di dlm hadits yg shahih diriwayatkan oleh abu Dawud
"Barangsiapa yg menuntut ilmu yg seharusnya diniatkan untuk mencari wajah Allah, dia tidak mempelajarinya kecuali karena ingin memperoleh dunia, dia tidak akan mencium bau surga di hari kiamat kelak."

"Sesungguhnya manusia yg disidang dan dieksekusi di neraka ada 3, salah satunya adalah seseorang yg mempelajari ilmu, dan mengajarkan dan membaca Al Qur'an, lalu Allah menjelaskan nikmat yg diberikan kepadanya di dunia, dan orang tsb mengakui semua nikmat Allah kepadanya. Lalu Allah bertanya untuk apa semua nikmat tsb? Orang tsb menjawab bhw semua itu dilakukan untuk mencari wajah Allah. Lalu Allah menjawab "engkau dusta. Sejatinya engkau belajar agar dinobatkan sebagai ulama, dan membaca Qur'an agar mendapat gelar qori, dan gelar itu telah engkau dapatkan. Lalu Allah panggil malaikat2nya untuk memasukkan orang tsb ke api neraka."

Yg bisa diambil pelajaran dr hadits ini adalah:

#1. Jaga keikhlasan.
Karena perkara menjaga keikhlasan ini nggak mudah. Kalo kita gagal, maka semua ini berakhir.

Hisyam mengatakan : demi Allah, saya tidak berani mengatakan bahwa sy pernah keluar sehari aja dlm rangka menuntut ilmu hadits dan ilmu agama semata2 mengharap wajah Allah.
Imam Adz Dzahabi ketika menukilkan perkataan Hisyam juga berkata "saya pun demikian"

Karena mereka mengerti dan paham hadits ini, kita peluangnya tuh besar banget jadi yg pertama dieksekusi masuk neraka.

Ikhlas itu perkara yg berat. Tp jangan juga gagal paham, habis ini resign dr kajian. Mendingan mabok, mending nyimeng drpd kajian.
Yg maksiat, yg nggak ngaji, emang mggak kena hadits ini, tp kena dalil yg lain. Solusinya adalah menjaga keikhlasan, bukan lari ke maksiat. Maksiat yg bikin kita ribet. Ilmu adalah kunci. Jangan terlena dengan prestasi

#2. Lihat bagaimana kebodohan orang2 yg tidak ikhlas. 

Jadi karena hidup mereka terbiasa bersandiwara, luar dalam beda, depan belakang beda. Mereka berkata manis dan menyembunyikan kedok mereka rapat2, kebiasaan ini terbawa hingga akhirat. Tricky. 

Barangsiapa yg hidup dalam sebuah pola/lifestyle, maka dia akan meninggal dgn pola tsb, dan dia akan dibangkitkan dengan pola tsb juga. Orang2 ini bahkan akan membohongi Allah. Al 'Alim berusaha dibohongi. Pada hakikatnya orang2 yg mencari pujian dlm beramal melakukan kebohongan publik. 

Tidak ikhlas di fase awal penuntut ilmu adalah sebuah pelajaran dan pengalaman juga. Imam Ad Daruquthni berkaya, dulu kita belajar bukan karena Allah, tp karena berkah ilmu, jujur dan memperbaiki diri, berkah ilmu akan mengarahkan kita.

#3. Ternyata orang2 yg pertama kali akan diaidang dan dieksekudi ke dalam api neraka adlah orang2 di dunia berkecimpung di dunia kebaikan.

Yg pertama adalah orang yg mati di medan jihad. Yg ketiga adalah orang yg suka bersedekah. Prestasinya diakui oleh manusia dan masyarakat. Maka respon Allah engkau dusta, engkau berjihad agar dikatakan pemberani. Bersedekah agar dikatakan dermawan oleh manusia. 

Barangsiapa yg mengetahui hakikat manusia, pujian manusia tidak ada artinya, hinaan manusia tidak ada artinya, maka dia yg akan nyaman dlm hidup. 

Imam Nawawi pd saat mendengar gelar yg diberikan yg diberikan manusia kepada beliau, maka beliau berkata
Gelar beliau "Muhyiddin" : penghidup agama. Seakan-akan Islam mati suri lalu dibangkitkan kembali karena karyanya. Udah kayak dapet nobel. Penghargaan luar biasa. Tp Imam Nawawi berkata "saya tidak akan halalkan dan akan tuntut sampai hari kiamat semua pihak yg memberikan gelar ini kepada saya"
Kenapa? Karena gelar ini PR besar, PR baru, lebih susah lg menjaga keikhlasan. Makin tinggi gelar seseorang, tantangan keikhlasan semakin berat.

Abu Hamid berkata, salah satu orang yg ikhlas adalah tidak suka dipuji, tidak suka diikuti dan dan tidak suka dielu-elukan.


#4. Saat kita belajar hadits ini, jangan gagal paham. 

Gunakan dalil seperti ini untuk mengevaluasi diri kita. Ketika kita membaca hadits Muslim atau Imam Ahmad orang2 munafik yg paling besar populasinya di zaman ini adalah para qori2nya, dalil ini kita tembakkan ke diri kita. Bukan kita gunakan untuk menyerang orang lain dan saudara kita, bukan untuk membidik teman atau sodara kita. 

Imam Malik berkata bahwa kita kalo belajar Qur'an dan Hadits adalah untuk diri saya sendiri, bukan untuk ditembakkan ke orang lain atau untuk dikomentari.

Apabila orang di fase awal belajarnya sudah pintar mencela orang, maka bagaimana dia bisa sukses di dunia ilmu?

Ingat kaedah : ke diri sendiri itu suudzon, tp ke orang lain husnudzon. Maksudnya jangan punya mental suka membela diri sendiri. Mencari pembenaran diri sendiri, jangan2 aku yg salah aku yg gagal paham,

An Najm 32 
"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa"
Maka janganlah kalian merekomendasi diri kalian sendiri, menganggap suci diri kalian sendiri. 

Adapun untuk sodara kita, kita husnudzon, maka kasih 70 uzur kalo kata para ulama. Mungkin mereka dia punya alasan sendiri, mungkin dia udah baca dalil yg belum kita baca.

Al Hujurat 12 
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain."

Ternyata belajar bisa sama dengan neraka jika kita tidak ikhlas.


Sesi Tanya Jawab
#1
Apakah Allah ridha pada saya? Kadang sy ingin kembali ke masa lalu

Siapa yg bisa menghalangi anda dr taubat kepada Allah? 
Siapa yg bisa menghalangi ridha Allah yg diberikan pada anda?

Khalid bin walid, Abu sufyan, adalah orang yg paling bertanggungjawab atas meninggalnya 70 sahabat di Perang Uhud. Dosa2 yg anda lakukan mungkin tidak sebesar yg mereka lakukan, masa lalu anda yg kelam bisa jadi tidak sekelam masa lalu mereka beedua menghilangkan nyawa 70 sahabat Nabi. Tp mereka kemudian menjadi bagian dr sahabat Rasul. 

At Taubah 100
"Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."

Jatuh istighfar taubat introspeksi diri bangkit jalan lagi.

#2
Mau belajar ilmu harus belajar adab dulu sebagaimana perkataan Ibnu Sirin : adab menyertai ilmu, perkataan Umar bin Khattab : beradab dulu sebelum berilmu, adab kepada Allah, adab kepada Rasul. Adab kepada Allah adalah tentang tauhid, tentang akidah.

Ibnu Umar mengajarkan, Nabi SAW mengajarkan iman dulu baru Al Qur'an, makrifatullah, membuat orang hatinya terpaut kepada Allah sehingga ketika mereka berinteraksi dgn Al Qur'an berarti mereka benar2 merasa Allah menyampaikan firmannya kepada mereka


#3
Protes 


#4 
Berbakti hanya karena perintah, bukan karena sayang, bolehkah?
Sisi humanis kita harus keluar. Sayangi yg ada di bumi nanti Dzat yg di langit akan menyayangi kalian.

Wanita yg dijamin masuk surga salah satunya adalah penyayang. Hadits An Nasai. Al Wadud. Mawaddah. Wanita yg sangat cinta kepada suaminya dan bisa mengekspresikan rasa cintanya kepada suaminya. Rasa cinta dan rasa sayang itu penting. Imam Ahmad bin Ibnu Halim mengatakan seluruh gerakan yg positif itu lahir dr rasa cinta, dalam bukunya berjudul Kaidah Cinta. Kaidah masalah cinta di sini adalah cinta dlm masalah akidah.

Yg jd masalah adalah kita berbuat baik sm ortu dlm posisi merespon mereka. Padahal yg diminta Allah bukan merespon. Karena kamu nggak perhatian maka aku berbakti karena pwrintah aja. Karena kamu begini maka aku begitu. Padahal harusnya nggak gitu. 

#5 
Wanita haid masuk masjid, khilaf klasik. Tp menurut ustadz boleh.

#6
Sering gelisah susah tidur, tenang ketika kajian, tp kalo pulang galau lagi. Harus bagaimana? Ditambahkan kajiannya khususnya di hari kerja. Galau dan gelisah salah satu faktornya adalah karena kebanyakan mikir kurang dzikir. Banyakin dzikir mikirnya dikurangin. Lo galau mikirin apa sih? Bukan lo galau dzikirin apa sih?
Alam semesta udah ada yg ngatur. Dan sehebat apapun anda mikir, sehebat apapun anda berkeinginan nggak akan terjadi kecuali di acc oleh Allah.

#6
Kesel kalo ibadah ketahuan.


Kalo bisa menyembunyikan ibadah, sembunyikan. Tp tawadhu lah di depan orang tua. 

Kajian Nurul Iman / 23.03.19 / Ust. Nuzul Dzikri / Apa yang Kau Inginkan?

Kajian Nurul Iman
23.03.19
Ust. Nuzul Dzikri
Apa yang Kau Inginkan?
Kajian Kitab Tadzkiratu as-Sami' wa al-Mutakallim fi Adabi al-'Alim wa al-Muta'allim (Ibnu Jamaah)


Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram yg istimewa, gunakan untuk bertaqarrub dan menghindarkan diri dari dosa.

Apakah semua yg berilmu mendapatkan keutamaan yg Allah janjikan dan Rasulullah sampaikan? Tidak. Hanya orang2 berilmu yg berusaha mengamalkan ilmunya yg mendapatkan keutamaan yg Allah janjikan.

Sesungguhnya semua keutamaan yg Allah sebutkan dlm Al Qur'an dan hadits Rasul tentang pencari ilmu adalah untuk orang2 yg berusaha mengamalkan ilmunya. Sifat mereka adalah : ketika mereka belajar mereka mengharapkan wajah Allah SWT, menjunjung tinggi keikhlasan, dan niat mereka untuk mendekat kepada Allah di surga-Nya yg menawarkan kenikmatan. Bukan orang2 yg duduk di majelis dgn niat yg buruk, niat yg salah, atau keinginan2 yg merusak, atau kepentingan duniawi dari kekuasaan, kedudukan, nama baik, biar dikenal dlm dunia keilmuan, atau keinginan yg bersifat material.

Al Maidah 109 :
"(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”"

Allah menceritakan apa yg akan terjadi di hari kiamat, hari dimana Allah kumpulkan seluruh Rasul-Nya. Lalu Allah bertanya pada semua Rasul-rasul-Nya : apa respon jamaah terhadap kalian? Jawaban Rasul2 Allah, kami tidak tahu, karena Engkau Ya Allah, Dzat yg Mengetahui seluruh hal2 ghaib.

This. Ini adab dari para Rasul. Meskipun mereka tau persis jumlah pengikutnya, tp mereka nggak tahu siapa yg ikhlas, siapa yg mengamalkan ilmu yg didapatkan. Yg paling tahu respon secara dzohir dan batin jamaah2 mereka adalah Allah. Karena yg mencari kesalahan, yg kontra, yg punya misi khusus juga hadir di majelis mereka. Jumlah bukan parameter. Parameternya adalah keikhlasan dan seberapa istiqomah kita berjalan di atas sunnah Rasul. 

Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat orang2 bodoh, atau show off sebagai ulama, atau menarik perhatian manusia, maka Allah akan memasukkan dia ke dalam api neraka.

Poinnya adalah : sifat utama ahli ilmu yg dipuji oleh Allah, yg mengamalkan ilmunya adalah NIAT. Maka niat adalah hal pertama kali yg kita pastikan ketika masuk ke pintu masjid tempat kita menuntut ilmu, kata Abdullah bin Mubarak. Pastikan niat kita bener. Karena tujuan itu yg menentukan kita. Kendaraan ditentukan setelah kita menentukan tujuan.

Malik bin Dinar dalam kita Hilyatul Aulia mengatakan : 
Kalau saja ilmu ini anda pelajari karena Allah SWT, maka niat yg ikhlas itu akan terlihat dalam diri anda dan akan tercermin dalam amalan2 anda. Niat akan terlihat dari perilaku, akan tersingkap motivasi kita karena Allah atau bukan. Diamalkan atau tidak.

Yahya bin Abi Katsir : 
Kalian harus belajar tentang niat, karena ini penentu. Karena seringkali niat itu lebih dalam dr pahala itu sendiri. Menentukan banyak hal. Kalo niat kita untuk menghilangkan kebodohan, maka akan diamalkan. Kalau niat kita untuk mendekat pada Allah, maka akan bersungguh-sungguh, perbuatan kita tidak akan bisa berbohong, menghilangkan keangkuhan, kesombongan dlm diri agar bisa lebih mendekat pd Allah.

Al Imam Asy Syafi'i, sbgmn disampaikan oleh Imam Adz Dzahabi : 
Apabila anda khawatir akan timbul sikap ujub sombong pada diri kita, maka ingat2 lagi, ridha siapa yg anda cari selama ini, dan nikmat apa yg anda inginkan, nikmat dunia kah atau nikmat akhirat, dan dari hukuman dan siksa siapa yg anda takuti, dan barangsiapa yg selalu memikirkan hal2 di atas maka dia akan selalu menganggap kecil dan kerdil amalan2 mereka, dia akan bersemangat dalam beramal. Allah lihat kita di kajian ngapain, nyimak nggak, nyatet nggak, diamalin nggak, apa pantes kayak gini dapet surga... 

Penuntut ilmu yg rajin beramal, penuntut ilmu yg bisa mengejawantahkan ilmunya dlm kehidupan sehari2, itu yg membuat kita berubah. Ini yg dikatakan oleh Malik bin Dinar. Ilmu yg ikhlas tercermin dlm perilaku kita, kata yg kita pilih, dsb. Ketika di kajian dan di luar berbeda, maka ada masalah dlm diri kita. Niat yg salah termasuk syirik kecil. Dan dosa syirik lebih besar drpd zina, meskipun syirik kecil. 

Niat yg salah dlm menuntut ilmu :

1.Mencari ilmu untuk mendebat orang2 bodoh

Ilmu itu sejatinya adalah ujian kepada seorang hamba tentang keikhlasannya, tentang ketawadhuannya, tentang apakah ia menggunakan adab2 ilmu atau tidak. Ketika nama di atas awan tp menjaga hati tetap di tanah, itu nggak mudah. 

Debat yg menunjukkan bahwa dia tampak unggul, niatnya nggak bener, ini yg bahaya. 

Muhammad bin Nail Husain sifat jahil orang2 bodoh adalah berdebat (debat kusir), menang2an, memperlihatkan dia yg paling jago.

Hasan Abdul Basri : Kami nggak pernah melihat ada ahli fiqih yg hobi debat kusir. Debat kusir adalah karakter spesialis orang awam. 

Hadits Rasul yg diriwayatkan Imam Abu Dawud : aku jamin istana di surga barangsiapa yg meninggalkan debat kusir walaupun dia di posisi yg benar.

Debat memang ada dalam Al Qur'an, An Nahl 125, "ajaklah manusia ke jalan Rabb mu dengan hikmah, dan nasehat yg baik, dan debatlah mereka dengan debat terbaik". Niatnya harus mencari kebenaran, bukan menang2an. Bahasanya juga bagus, kata2nya harus baik.

Imam Syafi'i kalo debat tu nggak peduli mau kebenaran datang dr lisannya atau lawannya, tp yg penting pulang membawa kebenaran.

Bahkan ulama ada yg diludahi setelah berdebat, meski perkataannya benar, dan beliau hanya menanggapi dgn berkata "ludah ini suci dgn kesepakatan para ulama". Tanpa kemarahan, tanpa dendam, tanpa pembalasan. Gitu deh kalo ulama.

Ilmu itu bukan untuk diperdebatkan, kita belajar untuk diamalkan, mendekat pd Allah, menjadi orang baik, bukan menang2an debat.

Hasan Al Basri :
Seorang mukmin itu menyampaikan ilmu dengan santun, tidak dengan debat kusir, menyebarkan hikmah dr Allah. Kalo yg disampaikan diterima oleh lawan bicaranya, maka dia akan memuji Allah, bukan menyombongkan dirinya. Hamidallah. Dan kalo dalilnya dibantah, dan bantahannya nggak jelas, nggak ilmiah, norak, kekanak-kanakan, maka dia tetap memuji Allah. Hamidallah. Ngga marah. Itu mukmin. Karena ikhlas. Sekali lg jangan terjebak debat. Apalagi sama orang tua. Jangan ngeyel jawab terus jawab terus.

Imam al Auza'i : 
Kalo Allah ingin keburukan pada suatu kaum, maka Allah jadikan mereka senang berdebat kusir dan mereka nggak beramal. Dan sebaliknya jika Allah menginginkan kebaikan pada suatu kaum, maka Allah jadikan mereka senang beramal dan menjauhi debat kusir. 

Imam Syafi'i menambahkan : 
Karena debat kusir itu mengeraskan hati. Berbantah2an. Karena insting kita untuk tampil, cari panggung, nggak mau kalah, akan aktif secara otomatis ketika kita berdebat. Kita menang debat, tp hati kita rusak. Lama ngebenerinnya.

Imam Al Ghazali dlm kitab Haqiqatul Qaulain menambahkan : 
Di sisi lain lawan debat kita akan tertambahkan kengeyelannya dan kebodohannya dan makin menolak kebenaran. 

2.Berlagak seperti ulama

Nabi SAW mengatakan berambisi menjadi bagian dr para ulama untuk diakui bahwa dirinya alim, untuk show off, menyombongkan diri akan dimasukkan ke neraka.

Boleh bercita2 jd ulama, tp bukan untuk show off. Dan ulama sejati menghindarkan diri diberi label ulama. Karena ilmu adalah tanggung jawab, bukan magnet yg bisa menarik pujian orang sekitar kita.

Bahkan Syaikh Al Fauzan tidak ingin dikatakan demikian (disebut ulama). Disuruh menceritakan dirinya nggak mau, cuma formalitas aja. Karena niatnya nyari akhirat. 

Muhammad bin Wasi' berbicara tentang dirinya : adapun bapakmu ini, semoga Allah nggak memperbanyak orang kayak dia karena banyak dosa. Saking dia merendah hati.

3.Berusaha mengarahkan wajah manusia ke dirinya

Kita ditugaskan mengarahkan wajah manusia ke Rabb nya, bukan ke ustadznya. Parameternya bukan siapa yg memegang bendera, tp bagaimana bendera itu berkibar. 

Al Ankabut 49 :
"Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zhalim yang mengingkari ayat-ayat Kami."

Kalian jangan taklid buta pada seorang ulama. Karena tugas di dunia ilmu adalah mengarahkan manusia ke Rabb mereka, bukan ke person / kelompok tertentu. Karena dengan seperti itu keikhlasan teruji. Dan hanya kembali pd Allah ketenangan didapatkan. Arahkan orang ke Rabb nya, jangan arahkan ke kita. Kajian Sabtu malam ini juga mengarahkan manusia ke Rabb nya. Karena potensi fanatik murid ke guru itu besar. Menghormati dan memuliakan ahli ilmu itu wajib, tp fanatisme tidak.


Pertanyaan : 
Imam Ahmad bin Abdul Halim : ulama itu bukan orang yg sebatas tau ini betul dan ini tidak, tp ketika dihadapkan dgn 2 kebaikan dia bisa memilih yg lebih bau......

Selama masih manusia, hatinya masih berubah2 dgn izin Allah, manusia itu mengontrol hatinya. Organ tsb dinamakan qolbu karena ia masih sangat mudah terbolak-balik.